Bencana Kekeringan di Bojonegoro (1)
18 Kecamatan Kurang Air Bersih
Musim kemarau yang cukup panjang membuat wilayah Kabupaten Bojonegoro bertambah kering. Terutama di bagian selatan dan barat jantung Kota Ledre.
Musim kemarau yang cukup panjang membuat wilayah Kabupaten Bojonegoro bertambah kering. Terutama di bagian selatan dan barat jantung Kota Ledre.
Dulu dan sekarang memang berdeda, terlabih lagi bisa dilihat dari kondisi lalu lintas yang setiap tahun kian padat, seperti halnya di tahun 2019 ini sudah sangat berbeda dengan kondisi lalu lintas di awal tahun 2000.
Arus lalu lintas di Bojonegoro jalur Bojonegoro-Babat dari tahun ketahun memang berbeda dan semakin padat, kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap jarak tempuh.
“Kalau dari Surabaya kita tidur dan merasakan ada gelombang di jalan raya, berarti itu sudah masuk Kabupaten Bojonegoro,†celoteh seorang pengunjung di salah satu cafe yang ada di Jalan Gajah Mada, Kota Bojonegoro belum lama ini.
Dulu, dari Kota Bojonegoro sampai Pasar Kecamatan Sumberrejo, hanya butuh waktu 15 menit. Itu dulu dan dulu sekali. Tapi, sekarang waktu 30 menit atau bahkan 45 menit dibutuhkan untuk menempuh jarak itu.
Dugaan pungutan liar (pungli) pengangkatan asisten pelayanan kesehatan puskesmas di Bojonegoro mulai ada titik terang. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memberikan penjelasan perihal itu.
Berdiri sejak 20 tahun yang lalu, keberadaan produksi kapur rumahan yang ada di Desa Tulungrejo Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, memang tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas, meski fungsi dari kapur tulis sendiri pernah sangat membantu dunia pendidikan, baik formal maupun non formal.
Menjalan suatu usaha tentu ada tantangan yang harus dilalui, disamping pelaku usaha harus kreatif juga harus memenuhi prosedur yang sudah ada termasuk perizinan.
Tak disangka-sangka, ternyata di Kota Ledre sebutan Kabupaten Bojonegoro ada produksi salah satu alat yang sangat membantu dalam kegiatan proses belajar mengajar.
Taman di Desa Talun, Kecamatan Sumberejo yang dibangun untuk ruang terbuka hijau, sekaligus untuk area bermain anak-anak, sering dimanfaatkan menjadi tempat pacaran. Khususnya di sore hari menjelang senja, kadang hingga malam.