Tahun 2018, Pengunjung Meningkat 30.000 Orang
Selama tahun 2018 jumlah pengunjung Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan sekitar 30.000 dibanding tahun 2017.
Selama tahun 2018 jumlah pengunjung Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan sekitar 30.000 dibanding tahun 2017.
Memulai dari nol, pemilik merek produk Zahida Painting benar-benar jatuh bangun untuk membuka peluang bisnis baru. Siti Nurhidayah, yang dulu dikenal luas karena kerajinan kain flanel, kini berkibar dengan cirikhas lukis di kain.
Di rumah yang jembar Jalan KH Mansyur 58, Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Kota Bojonegoro, Siti Nurhidayah menuangkan ide kratifnya. Siapa yang tidak kenal Yu Hid, sapaan karib Owner Zahida Painting tersebut. Ia dulu terkenal dengan produk kaos bersulam kain flanel.
Ekonomi di Kabupaten Bojonegoro tengah mengalami pertumbuhan. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya Bojonegoro dari 10 besar kabupaten termiskin di Jawa Timur.
Selama tahun 2017, jumlah warga Bojonegoro yang menjadi TKI mencapai 627 orang. Rata-rata tujuannya adalah negara Asia Pasifik, seperti Taiwan dan Hongkong.
Siapa sangka, berternak burung menjadi jalan hidup sukses. Kang Zen, sapaan karib Muhammad Muzaini (37) warga Gang Basar, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro memulai dari nol untuk menangkar lovebrid hingga beranak pinak.
Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.
Setelah peristiwa cepat yang terjadi di Sumodikaran, yakni 100 pasukan gerilya belum berhasil melumpuhkan 5 serdadu yang melintas, pada bulan Mei 1949, seksi Dihar dan Supandi mengadakan pertemuan di Wedi.
Kepala Desa Prambonwetan, Suratni, gugur ketika memimpin penghadangan pasukan Belanda di wilayah utara Rengel pada 17 Juli 1949. Selama Agresi Militer Belanda ke II di Tuban, Prambonwetan merupakan daerah penting yang selalu ramai lalu lintas pasukan gerilya.
Pagi setelah waktu Subuh, 23 Februari 1949, pasukan Letda Soetjipto yang sedang beristirahat di rumah Sadir, seorang tokoh masyarakat di Senori dikejutkan dengan informasi: pasukan Belanda sudah masuk wilayah Kecamatan Senori dengan personil dan senjata lengkap.