Skip to main content

Category : Kolom


Tarik Ulur Relasi Agama dan Negara

Himbauan Presiden Joko Widodo untuk tidak mencampurkan agama dan politik yang disampaikan dalam pidatonya pada saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menuai kritik dari beberapa tokoh politik. Pernyataan presiden tersebut dikritik tidak punya pijakan sejarah. Namun kritik itu tak menyurutkan pikiran dan langkah politik, pada saat meresmikan Masjid Arifah Istiqomah Ponpes Khalifatullah Singo Ludiro, Sukoharjo Jawa Tengah, dalam pidatonya presiden kembali mengingatkan semua elemen bangsa untuk tidak mempolitisasi agama. Presiden Joko Widodo juga mengklarifikasi bahwa tidak ada pikiran politik atau kehendak untuk memisahkan agama dan politik atau negara, namun menegaskan bahwa hubungan antara keduanya harus dijalin dalam konteks yang tepat.

Film Marvel, Avengers: Age of Ultron-2015

Rahasia Palu Thor Odinson, Beratkah Mjolnir itu?

Bagi pecinta Avengers, baik komik maupun film, pastinya sudah tidak asing lagi dengan Mjolnir. Palu milik Thor yang bisa memanggil petir.

Catatan 63 Tahun GMNI

GMNI, Paradigma Baru Gerakan Kebangsaan

Pada 23 Maret 2017, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merayakan ulang tahun ke 63 sejak didirikan pada 1954. Momentum ini menjadi sangat tepat untuk melihat kembali politik kebangsaan ditengah menguatnya gelombang gerakan politik yang lekat dengan sektarianisme, primordialisme dan fundamentalisme. Namun, disisi lain juga semakin menguatnya arus globalisasi yang terkesan menjadi antitesa dan saling berhadapan secara vis-à-vis.

Catatan Hari Perempuan Internasional

Nyai Ontosoroh, Buih Perlawanan dan Feminisme

Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup berkalang lelaki, tapi bukan berarti aku tidak butuh laki-laki untuk dicintai. (Nyai Ontosoroh) – Bumi Manusia, Pramoedya Ananta Toer. Kutipan itu adalah perkataan Nyai Ontosoroh, salah satu karakter dalam Tetralogi Bumi Manusia, hasil kerja kreatif Pramoedya Ananta Toer saat menjadi tahanan politik Orde Baru (Orba) di Pulau Buru.

Perempuan, Kesetaraan dan Kesenjangan yang Tak Disadari

Peringatan Hari Perempuan Internasional bagi sebagian perempuan menjadi moment untuk menyuarakan tuntutan akan hak mereka. Ya..bagi para aktivis feminis, 8 Maret menjadi wujud pengingat kebangkitan perempuan dari kungkungan budaya patriarki dan tahapan awal menuntut kesetaraan gender sehingga patut diperingati. Banyak hal dipersiapkan mereka menyambut peringatan rutin tahunan ini.

Dilema Punk di Bojonegoro

Kemarin (25/02/2016) operasi yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Bojonegoro berhasil merazia anak punk untuk dilakukan pembinaan. Berdasarkan berita online di blokbojonegoro.com, ada dua anak SMP yang ikut terjaring razia tersebut.

Menunggu Pemimpin yang Pro Bengawan Solo

Gesang Martopawito memberikan kesaksian betapa indah sungai Bengawan Solo di masa lalu. Kesaksian itu diungkapkan lewat lagu yang diciptakannya pada musim kemarau panjang tahun 1940. Saat itu dia berada di tepian Bengawan Solo dan melihat anak-anak desa main sepakbola di hamparan pasir tengah bengawan.

Selalu Membangun Bojonegoro

“Jangan bertanya apa yang Negara berikan padamu, tanyakan apa yang telah kau berikan untuk negaramu,” kata John F Kennedy. Hal ini patut menjadi pemikiran mahasiswa dalam mewujudkan tri dharma perguruan tinggi. Sebagai mahasiswa asli Bojonegoro, kita berkewajiban ikut andil dalam pembangunan kabupaten.

Sosiologi dan Eksistensi Hukum Islam

Sosiologi yaitu proses mempelajari pengaruh timbal balik antara pel-bagai segi kehidupan bersama. Sedangkan, Sosiologi menurut Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Dalam bukunya berjudul Setangkai Bunga Sosiologi; Sosiologi sebagai ilmu masyarakat mempelajari tentang struktur sosial yakni keseluruhan jalinan sosial antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kaidah-kaidah sosial, ke-lompok-kelompok dan lapisan-lapisan sosial.

Pola Pikir Menempuh Pendidikan di Perguruan Tinggi

Kurun awal tahun kerap menjadi permulaan yang menarik di bidang pendidikan, terkhusus di jenjang SMA dan sederajat hingga Perguruan Tinggi. Pada masa-masa itu, acap kali siswa dituntuk untuk mempersiapkan aspek penting sebelum melangkah ke dunia perkuliahan atau dunia kerja. Tak melulu di situ saja, di pihak mahasiswa juga tak kalah heboh. Mahasiswa, terutama yang mengenyam pendidikan Perguruan Tinggi di luar Bojonegoro, yang tergabung di Organisasi Mahasiswa Daerah (Ormada), rata-rata sibuk mempersiapkan momen untuk sosialisasi kehidupan kampus di sekolah-sekolah.