Reporter : M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Sinau bareng Cak Nun dalam konteks Full Moon atau malam purnama, seyogyanya bisa menjadi sebuah malam pembersih. Hal ini dikatakan Cak Nun secara langsung kepada segenap masyarakat Maiyah yang datang memadati Alun-Alun Bojonegoro, Sabtu (10/9/2022).
Cak Nun yang selalu bersama Kiai Kanjeng datang ke berbagai tempat dalam rangka sinau bareng Padhang Bulan, di mana-mana selalu melihat sisi baiknya.
[Baca juga: Bupati Anna: Semoga Ilmunya Terserap dan Kita Bisa Melaksanakan dalam Kehidupan Sehari-hari ]
"Saya ke sini cari yang baik dan tidak menemukan sedikitpun kejelekan, keburukan. Sampai saya tadi omong-omong panjang dengan ibu Bupati, Bu Anna, saya juga tidak menemukan jeleknya, bahkan malam hari ini kita anggap sebagai malam ruwatan, malam thoharoh, malam pembersihan," ujar Cak Nun.
Budayawan bernama lengkap Muhammad Ainun Najib ini menganggap malam ruwatan atau malam pembersihan ini supaya semua orang yabg hadir dalam sinau bareng dihindarkan oleh Allah dari malapetaka, bencana, dari adzab juga penyakit.
Sholawat Thola'al Badru kemudian didendangkan bersama. Mengingat sholawat ini sebagai penanda yang memiliki arti serta makna terbitnya bulan purnama yang dibarengi kewajiban bersyukur ketika seorang penyeru mengajak kepada Allah. [feb/ito].
BACA BERITA blokBojonegoro.com SELENGKAPNYA DI GOOGLE NEWS
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published