KKN PINTAR 2025: LPPM UNUGIRI Perkuat Sinergi Pengabdian di 5 Kabupaten

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com – Suasana lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro tampak semarak pada Selasa, 15 Juli 2025. Ratusan mahasiswa berkumpul, sebagian hadir secara langsung, sebagian lainnya mengikuti dari layar laptop melalui Zoom. Mereka adalah calon peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) PINTAR 2025, bersiap untuk diterjunkan ke desa-desa dalam misi pengabdian masyarakat.

Pembekalan ini menjadi tahapan penting setelah sebelumnya LPPM UNUGIRI menggelar Training of Trainers (ToT) dan Pendidikan dan Pelatihan (PENLAT) untuk para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Kegiatan ini dirancang bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai ruang penguatan misi sosial mahasiswa yang akan mengabdi selama satu bulan di lima kabupaten: Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Ngawi, dan Blora.

"KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi wujud nyata dari komitmen UNUGIRI dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat. Mahasiswa harus mampu hadir sebagai katalis perubahan yang membumi dan solutif," ujar Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Ma’arif, M.Pd.I., menyampaikan pesan penuh makna kepada para peserta saat sambutan acara.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan KKN sebagai wahana aktualisasi ilmu dan kontribusi sosial. Menurutnya, mahasiswa harus berperan aktif dalam proses pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar datang, menjalankan program, lalu pulang. 

Lebih jauh, Rektor menyinggung tentang peran koperasi dalam membangun ekonomi kerakyatan. Yang mana senada dengan semangat UNUGIRI untuk terus mendorong gerakan koperasi nasional. 

 “Koperasi merupakan soko guru perekonomian nasional yang harus dimaksimalkan. Melalui KKN, mahasiswa dapat turut serta memperkuat eksistensi koperasi sebagai bagian dari solusi pembangunan ekonomi lokal,” tegasnya sembari menyebut dukungan UNUGIRI terhadap gerakan koperasi nasional seperti Koperasi Merah Putih.

Sesi pembekalan juga diisi dengan pemaparan materi yang memperkuat perspektif dan kesiapan mahasiswa. Dr. M. Ivan Ariful Fathoni, M.Si., selaku Kepala LPPM UNUGIRI, menggarisbawahi pendekatan berbasis data dalam KKN tahun ini. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa akan dituntut untuk memetakan potensi desa, menyusun program kerja terukur, dan melaporkan hasil kegiatan secara digital.

"Mahasiswa tidak hanya datang ke desa untuk menjalankan program, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi. Output-nya harus konkret dan berdampak, selaras dengan semangat 'Dikti Berdampak' dari Kemdiktiristek,” paparnya.

Beberapa pemateri turut hadir memberikan wawasan penting, mulai dari strategi pembangunan desa, etika pengabdian hingga teknis pelaksanaan KKN. Machmuddin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro membahas bagaimana mahasiswa bisa berkontribusi secara strategis dalam pembangunan berbasis partisipatif.

Materi dari H. Agus Sholahuddin Shidiq, M.H.I. memperkuat pemahaman keaswajaan sebagai fondasi etika sosial dalam pengabdian. Sementara itu, Miftahul Mufid, M.Pd.I. dari LPPM UNUGIRI menjelaskan teknis pelaksanaan KKN, termasuk alur administrasi, pembentukan program kerja, hingga sistem pelaporan berbasis digital.

Tak hanya menyasar desa-desa lokal, UNUGIRI juga mempersiapkan langkah besar lewat KKN Internasional yang dirancang akan berlangsung di Malaysia dan Thailand. Mahasiswa akan membawa misi pengabdian lintas budaya, memperkuat jejaring kerja sama global dan menjadikan pengabdian sebagai sarana diplomasi akademik dan budaya.

Mereka akan bersentuhan langsung dengan komunitas lokal dan institusi mitra, mengangkat isu-isu seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta promosi budaya Indonesia di kancah internasional.

Dengan konsep KKN PINTAR yang adaptif dan berbasis kebutuhan lokal, LPPM UNUGIRI berharap pengabdian tahun ini tak hanya meninggalkan jejak fisik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa sebagai agen perubahan. Dan di sinilah, langkah awal itu dimulai. Dari ruang pembekalan, menuju desa-desa, dan melintasi batas negara. [Feb/mad]