Lasuri: Jika DBH Migas Masuk Tepat, SiLPA Bisa Tambah Besar

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro yang masih rendah atau 28,56%, membuat kalangan dewan bersuara. Mereka meminta untuk Pemkab Bojonegoro mempercepat penyerapan anggaran agar Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tidak besar.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri mengemukakan, percepatan penyerapan anggaran sangat penting. Hal ini, untuk menghindari penumpukan anggaran yang bisa berujung pada SiLPA di akhir tahun.

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/06/serapan-apbd-bojonegoro-2025-rendah-baru-28-persen-dari-rp7-9-triliun/]

"Apalagi dana bagi hasil (DBH) Migas sudah beberapa kali masuk ke kas daerah Bojonegoro,” jelas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Hingga kini, lanjut pria asal Kecamatan Baureno ini, dari pagu APBN sekitar Rp1,9 triliun yang dikucurkan untuk DBH migas di Bojonegoro, sekitar Rp1,16 triliun sudah disalurkan, dan masih menyisakan Rp777 miliar yang belum tersalurkan.

"Jika transfer DBH Migas mencapai target, jumlah SiLPA bisa meningkat drastis,” tegasnya.

Ia meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro segera mengatasi masalah ini agar anggaran yang sudah dialokasikan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Sehingga SiLPA APBD Bojonegoro tidak membengkak diakhir tahun nanti. 

Seperti diketahui, serapan anggaran yang baru mencapai 28 persen ini, disebabkan oleh sejumlah pembangunan infrastruktur yang belum terealisasi. Per 31 Juli 2025, dari total APBD 2025 sebesar Rp7,9 triliun, baru terserap Rp 2,26 triliun atau sekitar 28,56 persen. [riz/mad]