Kembangkan Produk Unggul Sugihwaras, Mahasiswa KKN INTAN Latih Inovasi Kain Perca

Pengirim: F. Antika*

blokBojonegoro.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 5 Institut Attanwir (INTAN) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Sugihwaras, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, menggelar pelatihan “Pengembangan Keunggulan Desa: Pendampingan Masyarakat Desa Sugihwaras dalam Peningkatan Kreativitas melalui Inovasi Produk Berbasis Kain Perca”. 

Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Sugihwaras, Selasa (19/8/2025) kemarin dengan diikuti sekitar 50 peserta. Pelatihan ini merupakan implementasi KKN berbasis Asset-Based Community Development (ABCD). Tim KKN memetakan aset desa, salah satunya keberadaan Kampoeng Konveksi serta keterampilan menjahit warga yang sudah mumpuni. 

[Baca Juga: https: https://blokbojonegoro.com/2025/08/20/mahasiswa-kkn-intan-di-tlogoagung-hijaukan-waduk/]

Dari aset tersebut, kain perca hasil produksi konveksi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus dikembangkan sebagai program peningkatan kreativitas dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Pemdes Sugihwaras. Pj Kepala Desa Sugihwaras, Eko Budi Susanto, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah desa berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama strategis dengan mahasiswa.

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh anggota Kampoeng Konveksi, ibu-ibu PKK, serta remaja putri desa. Suasana pelatihan berlangsung penuh antusias, ditandai dengan partisipasi aktif para peserta sejak awal hingga akhir kegiatan.

Materi disampaikan dua narasumber, yakni Ibu Mintorowati, S.E., S.Pd. dan Ibu Eryul Mufidah, S.E., M.M. Mereka tidak hanya memaparkan teori, tetapi juga memberikan pendampingan praktik. Peserta diajak mengolah kain perca menjadi berbagai produk kreatif seperti bunga tulip, boneka, dan aneka aksesoris cantik. 

Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapat motivasi kewirausahaan mengenai pentingnya kreativitas, keberanian mengambil resiko, membangun skill, knowledge, serta membangun sikap mental yang positif.

“Seorang pengusaha sukses harus punya mimpi, keinginan, dan selalu membaca peluang. Itu adalah fondasi utama menuju kesuksesan,” tegas Ibu Eryul dalam penyampaian materinya.

Harapan besar juga disampaikan Ketua Penggerak PKK Desa Sugihwaras, Sri Utami bersama mahasiswa KKN agar ke depan terbentuk komunitas kreatif sebagai wadah berkelanjutan bagi warga untuk terus berkarya.

"Terima kasih teman-teman KKN dari INTAN (Institut Attanwir). Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Sugihwaras diharapkan mampu memanfaatkan keterampilan menjahit yang telah dimiliki untuk mengolah kain perca menjadi produk bernilai jual. Dengan demikian, potensi desa dapat semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi lokal," tambahnya.

Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa, Sugihwaras semakin meneguhkan diri sebagai desa kreatif berbasis aset lokal, menuju Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.

Ketua KKN INTAN Kelompok 5, Isnatur Rhohmah, merasa bangga dengan kekompakan teman-teman. “Kami bangga dan senang bisa belajar langsung dengan masyarakat Sugihwaras yang penuh semangat. Semoga ilmu ini menjadi langkah awal untuk karya-karya besar di masa depan," terangnya. [mad]

*Mahasiswi MPI 2022, Tim KKN Kelompok 5 Desa Sugihwaras, Institut Attanwir