Penyebab PHK Massal di Pabrik Rokok Bojonegoro: Cukai Mahal dan Rokok Ilegal

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Ratusan buruh pabrik rokok di Kabupaten Bojonegoro terkena badai PHK massal. Sebanyak 596 orang ini di PHK dari Mitra Produksi Sigaret (MPS) Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.

Terdapat beberapa penyebab, mereka terkena PHK massal ini. Diantaranya, penurunan produksi Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang dipicu kebijakan kenaikan cukai rokok dan maraknya peredaran rokok ilegal di masyarakat, yang dibanderol dengan harga yang sangat miring.

[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/28/596-buruh-pabrik-rokok-di-mps-padangan-bojonegoro-kena-phk-ini-penyebabnya/]

Hal tersebut, diungkapkan oleh Ketua Cabang Federasi Serikat Pekerja (FSP) Rokok, Tembakau, Makanan, dan Minuman (RTMM) SPSI Bojonegoro, Anis Yulianti. Menurutnya, terdapat sekitar 200 buruh rokok yang merupakan anggota serikatnya.

“Sebagiannya sekira 200 orang yang di PHK adalah anggota kami,” ungkap Anis.

Anis memaparkan, penyebab PHK massal ini, disebabkan penurunan produksi rokok SKT, yang dipicu kebijakan kenaikan cukai rokok yang membuat produk bermerek merosot penjualannya. Sebab, banyaknya rokok murah dan rokok ilegal yang masih berseliweran.

“Kebijakan cukai mahal membuat rokok murah dan rokok ilegal beredar luas. Akibatnya, rokok dengan merek ternama dan kualitas tinggi mulai ditinggalkan konsumen,” beber Anis.

Dengan kondisi seperti ini, Anis berharap, pemerintah agar menekan kenaikan cukai rokok. Selain itu, juga agar memberantas peredaran rokok ilegal yang merugikan rokok-rokok bermerek ternama, hingga menyebabkan PHK massal pada buruh pabrik rokok.

“Harapan kami, agar pemerintah tidak menaikkan cukai dan segera menindak tegas peredaran rokok ilegal,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 596 buruh pabrik rokok di Mitra Produksi Sigaret (MPS) Padangan, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, harus menelan pil pahit. Sebab, mereka terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang disebabkan produksi menurun.

Produksi yang dimaksud, yakni produksi sigaret kretek tangan (SKT) yang dikelola PT Rukun Jaya Makmur, mitra kerja HM Sampoerna. [riz/mad]