Kontributor: Fajar Ulinuha
blokBojonegoro.com - Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Bojonegoro menyatakan sikap tegas dengan mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dalam pengamanan aksi demonstrasi buruh yang menelan korban jiwa seorang driver ojek online (ojol).
Tak hanya itu, PC IPNU Bojonegoro juga menyoroti penangkapan besar-besaran terhadap massa aksi, sebab menurut informasi sedikitnya 600 pelajar dan mahasiswa turut diamankan oleh aparat.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/08/29/driver-ojol-bojonegoro-bersama-kapolres-afrian/]
“Kami menolak keras tindakan brutal aparat yang telah mencederai kemanusiaan dengan melindas rakyat kecil. Lebih dari itu, penangkapan ratusan pelajar dan mahasiswa merupakan preseden buruk bagi demokrasi. Pelajar bukan kriminal, mereka hanya menyuarakan keadilan,” tegas Ketua PC IPNU Bojonegoro, Rekan Ahmad Nasiruddin.
Pernyataan ini juga merupakan tindak lanjut dari instruksi Pimpinan Pusat (PP) IPNU, yang sebelumnya telah menyerukan agar seluruh struktur organisasi IPNU di tingkat cabang hingga ranting menyatakan sikap tegas terhadap tragedi ini.
PC IPNU Bojonegoro menegaskan siap berada di garda depan bersama pelajar dan rakyat dalam memperjuangkan keadilan.
Tiga Tuntutan Sikap PP IPNU
a. IPNU mendesak Presiden Republik Indonesia untuk mencopot Listyo Sigit Prabowo, sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia.
b. IPNU menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum kasus tersebut.
c. IPNU menegaskan komitmen pelajar NU untuk terus mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan keadilan sosial.
Ketua PC IPNU Bojonegoro menegaskan, kekerasan terhadap rakyat maupun kriminalisasi pelajar hanya akan memperlebar jarak antara masyarakat dengan aparat. “IPNU Bojonegoro berdiri tegak bersama rakyat. Kami tidak akan tinggal diam melihat pelajar ditangkap dan rakyat dilukai. Keadilan harus ditegakkan, tanpa pandang bulu,” tegasnya.
PC IPNU Bojonegoro menyerukan agar seluruh pihak menempatkan kemanusiaan di atas segalanya. Aparat dan negara harus kembali mengingat bahwa demokrasi hanya bisa hidup jika suara rakyat didengar, bukan ditekan dengan kekerasan.
PC IPNU Bojonegoro juga menyampaikan doa bagi almarhum korban serta keluarganya, agar diberikan ketabahan dan kekuatan. Semoga peristiwa ini menjadi titik balik agar aparat benar-benar menjalankan amanat sebagai pelindung rakyat, bukan sebaliknya. [uha/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published