Warga Bojonegoro Keluhkan Gas LPG 3 Kg Langka dan Harga Melonjak Sampai Rp 30 Ribu
Warga Bojonegoro Keluhkan Gas LPG 3 Kg Langka dan Harga Melonjak Sampai Rp 30 Ribu

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.comn - Sejumlah warga masyarakat di Kabupaten Bojonegoro akhir-akhir ini mengeluhkan kelangkaan stok tabung gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 Kg. Tak hanya soal keberadaan gas melon yang langka, mereka juga mengeluh harga yang didapat dari toko pengecer relatif mahal yakni sampai Rp 30.000 per unit tabung ukuran 3 Kg, Selasa (13/3/2026).

Warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Mujib, mengaku bahwa stok tabung isi ulang gas LPG hijau sudah langka sekitar 4 hari yang lalu. Ia berusaha mencari stok gas ekonomis itu di sejumlah pangkalan, namun kosong.

"Kosong semua Mas, dapatnya di toko. Bisa dapat harganya Rp 30 ribu," ujarnya saat dikonfirmasi blokBojonegoro.com.

Hal senada juga dipaparkan oleh Juli, warga asal Desa Sumberagung, Kecamatan Dander. Menurutnya, kelangkaan stok LPG 3 Kg sudah dirasakannya sejak 2 hari lalu. 

"Jadi kalau ada teman meskipun wilayahnya jauh dari Dander, saya bilang mau titip kalau misal di daerahnya ada stok LPG. Karena sampai sekarang belum dapat Mas," paparnya.

Sementara itu, salah satu pelaku usaha kuliner di area Sumbang Kecamatan Bojonegoro, mengaku jika stok terakhir ia dapatkan kemarin. Namun begitu, toko langganannya sudah mewanti-wanti bahwa tak menutup kemungkinan harga LPG 3 Kg akan naik.

"Kemarin masih beli harga Rp 22 ribu di toko belakang. Tapi yang punya toko juga pesan kalau harganya mau naik menjadi Rp 30 ribu. Dan sekarang stok gak ada, belum dapat barangnya lagi jadinya ya libur dulu," ungkap Imam kecewa.

Menanggapi informasi yang beredar pada Senin (16/3/2026) mengenai dugaan kelangkaan LPG subsidi ukuran 3 kilogram di wilayah Bojonegoro, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa stok LPG bersubsidi baik di tingkat agen maupun pangkalan resmi saat ini masih terjaga dan disalurkan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah

"Untuk wilayah Bojonegoro sendiri, tambahan pasokan mencapai sekitar 8 persen atau setara dengan 90.487 tabung LPG 3 kilogram dari rata-rata distribusi harian," tutur Ahad. [feb/mad]