Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Suasana Sabtu pagi, 27 September 2025, di salah satu sudut Kabupaten Bojonegoro terasa berbeda. 20 anak muda berkumpul di sekretariat Ademos Jl. Ngambon RT 012 RW 003 Kuluhan, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, dengan semangat baru.
Mereka bukan sedang mengikuti kegiatan olahraga atau seni, melainkan belajar bagaimana mengelola usaha ayam petelur. Program ini digagas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora), yang menggandeng Ademos Indonesia sebagai mitra pelaksana.
[Baca Juga: https://blokbojonegoro.com/2025/09/27/mahasiswa-belanda-dan-polandia-ikut-ramaikan-bootcamp-smart-farming-di-bojonegoro/]
Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora Bojonegoro, Flora Agrishinta, hadir membuka kegiatan. Ia mengungkapkan bahwa bootcamp ini menjadi wadah penting bagi pemuda Bojonegoro untuk belajar kewirausahaan sekaligus menyiapkan diri menjadi generasi mandiri.
"Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan wirausaha muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga berdaya saing," ungkapnya.
Hari pertama langsung membawa peserta masuk ke dunia budidaya ayam petelur. Muhamad Nurwahid berbagi pengalaman dengan semangat kepada peserta bootcamp bidang peternakan unggas.
"Budidaya ayam petelur bukan hanya soal teknik beternak, tapi juga membangun kesadaran bisnis sejak awal. Pengalaman lapangan menjadi modal utama untuk memahami tantangan dalam usaha ayam petelur," katanya.
Tak berhenti di situ, peserta juga diajak menelisik aspek teknis bagaimana teknik budidaya yang tepat akan sangat memengaruhi produktivitas ayam petelur. "Vaksinasi dan perawatan kesehatan ayam menjadi kunci mencegah kerugian besar bagi peternak," tandasnya.
Siangnya, peserta diajak studi banding langsung ke lokasi pengelolaan ternak ayam petelur. Mereka diberi gambaran nyata bagaimana usaha ayam petelur bisa berkembang dengan manajemen yang baik.
Pada hari kedua nanti, peserta mencoba praktik membuat pakan, memberi vaksin, hingga melakukan pemupukan. Selain praktik, sesi bisnis pun tak kalah menarik. Dwi Lestari, salah satu narasumber, bakal mengajarkan bagaimana digital marketing membuka peluang lebih luas untuk memasarkan produk peternakan secara efektif.
"Kita juga akan melakukan pembelajaran bagaiman peenyusun rencana usaha yang matang menjadi bekal penting agar peternak bisa bersaing di pasar," kata Yuliana Febrianti, pengsi materi hari kedua dari Ademos saat dijumpai blokBojonegoro.com.
Puncak kegiatan pada hari ketiga menjadi ajang unjuk kemampuan. Para peserta bakal ditantang untuk mengikuti Business Contest Usaha Ayam Petelur. Muhamad Nurwahid menegaskan.
Kontes bisnis ini bertujuan melatih peserta untuk memadukan teori dan praktik menjadi rencana usaha nyata. Setiap peserta bakal unjuk presentasi menunjukkan semangat baru generasi muda dalam mengembangkan usaha ayam petelur.
Terpisah, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Arief Nanang Sugianto saat dikonfirmasi soal kegian ini berpesan pada segenap peserta, supaya tiga hari penuh pembelajaran tersebut digunakan semaksimal mungkin.
"Bootcamp ini bukan sekadar ruang belajar, melainkan pijakan awal bagi pemuda Bojonegoro untuk berani terjun menjadi wirausaha," papar Arief Nanang.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro akan terus memberi dukungan terhadap generasi muda, agar semangat berbisnis ayam petelur menjelma menjadi kisah sukses nyata di masa depan. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published