Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Aksi tanam pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap jalan rusak kembali terjadi di Kabupaten Bojonegoro. Setelah sebelumnya dilakukan warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, kini giliran warga Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, yang melakukan aksi serupa.
Aksi tersebut dilakukan oleh sejumlah pemuda Desa Genjor sebagai bentuk pelampiasan kekesalan atas kondisi jalan poros desa yang telah lama rusak namun tak kunjung mendapat perbaikan.
Jalan berlumpur dan penuh lubang itu merupakan akses vital warga untuk menuju kecamatan, pasar, hingga perbankan. Aksi protes tersebut, diunggah ke sejumlah platform media sosial dan dengan cepat menjadi viral.
Dari unggahan yang beredar, tampak para pemuda desa sibuk menyangkul tanah, memotong batang pohon pisang, lalu menanamnya di beberapa titik jalan yang rusak. Aksi tersebut disertai ungkapan bernada satire dari salah satu pemuda dalam video viral.
“Di iciri gedang wae ratane. Ora usah demo-demo (ditanami pisang saja, tidak usah demo),” ucap salah satu pemuda.
Salah seorang tokoh pemuda Desa Genjor yang dikonfirmasi membenarkan aksi tersebut. Ia menyebut, penanaman pohon pisang itu merupakan bentuk protes terhadap pemerintah desa yang dinilai lamban memperbaiki jalan.
“Sebagai bentuk protes, sudah lama jalan itu tidak ada perbaikan. Dengan melakukan aksi ini semoga pemerintah desa memperbaiki,” ungkap salah satu warga berinsial DK, Sabtu (17/1/2026).
DK menegaskan, aksi tanam pohon pisang itu murni luapan keluh kesah warga yang sudah geram dengan kondisi jalan. Ia menyebut, ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.
“Jalan itu akses mau kecamatan, pasar, bank, kalau kearah selatan, jika ke utara bisa sampai Kecamatan Balen,” imbuh DK.
Aksi para pemuda Desa Genjor ini sempat mendapat respons dari salah satu perangkat desa. Perangkat desa tersebut meminta agar jalan yang telah dicangkul dikembalikan seperti semula. Namun, permintaan itu ditolak oleh para pemuda.
“Tadi sudah ada perangkat desa yang datang, disuruh cabut tapi kami menolak. Akhirnya dicabut sendiri olehnya,” pungkasnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Genjor, Brojo Amak saat dikonfirmasi perihak status jalan yang ditanami pohon pisang tersebut, ia belum merespon pesan singkat yang dilayangkan blokBojonegoro.com melalui aplikasi WhatsApp sejak Jumat (16/1/2026) petang. [riz/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published