Jejak Langkah Satya Widya Yudha, Pengabdian Tanpa Batas Diabadikan dalam Buku
Peluncuran buku autobiografinya bertajuk Visionary Autobiography: Jejak Langkah Satya Widya Yudha Pengabdian Tanpa Batas.

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Beberapa waktu lalu, suasana di Parle Senayan, Jakarta, terasa hangat dan penuh makna. Di tengah kehadiran para tokoh nasional dan pelaku industri energi. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN RI), Satya Widya Yudha, meresmikan peluncuran buku autobiografinya bertajuk Visionary Autobiography: Jejak Langkah Satya Widya Yudha Pengabdian Tanpa Batas.

Momentum ini menjadi lebih istimewa karena Satya, panggilan akrabnya, didampingi keluarga tercinta: sang istri Diah Ambarsari, putrinya Dyah Roro Esti Widya Putri, putranya Satya Hangga Yudha Widya Putra, serta dua menantunya Aditya Yoga Nugraha dan Puti Nabila E. Joenoes dan keluarga besar tercinta lainnya yang turut menambah kehangatan suasana.

Dalam sambutannya, Satya menuturkan bahwa buku tersebut merupakan refleksi perjalanan hidupnya secara utuh mulai dari masa kecil, remaja, hingga kiprahnya di sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas), sampai akhirnya dipercaya menjadi anggota DEN RI.

“Buku ini menceritakan perjalanan hidup saya, dari lahir hingga saat ini mengemban amanah di Dewan Energi Nasional,” ujarnya.

Ia juga menyinggung momen penting dalam kariernya, termasuk saat ia dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai pimpinan Dewan Energi Nasional. Selain itu, pengalaman mewakili Ketua DPR RI dalam Forum AIPA (Asean Inter- Parlementary Assembly) di Bangkok pada 2019 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya.

Ini merupakan rapat dengan tingkat protokoler tertinggi yang pernah ia alami hingga saat ini. Dalam forum tersebut, ia hadir sebagai salah satu dari 10 perwakilan Ketua DPR negara-negara ASEAN, dengan posisi duduk berhadapan langsung dengan 10 kepala negara ASEAN. Ia sendiri duduk tepat di depan Presiden RI Joko Widodo saat itu.

Peluncuran buku ini juga dihadiri berbagai pemangku kepentingan sektor energi nasional dan pejabat negara yang tersusun secara berjenjang. Dari jajaran menteri, tampak hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Bappenas Rachmat Pambudi, serta Menteri Pekerja Migran Mukhtarudin dan Kepala Staf Kepresidenan M Qodari.

Dari jajaran wakil menteri, hadir Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar Li, Wakil Menteri Kependudukan Isyana Bagoes Oka, serta Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti.

Dari unsur Dewan Energi Nasional, hadir sejumlah anggota seperti Johni Jonatan Numberi, Mohammad Fadhil Hasan, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono. Turut hadir pula Sekretaris Jenderal DEN Dadan Kusdiana dan KEpala SKK Migas Djoko Siswanto.

Sementara itu, deretan tamu VVIP turut meramaikan acara. Hadir sejumlah tokoh nasional dengan berbagai latar belakang jabatan strategis, mulai dari mantan menteri, duta besar, hingga pimpinan lembaga legislatif. Di antaranya, Syarif Cicip Sutarjo (mantan Menteri Kelautan), Oetojo Oesman (mantan Menteri Kehakiman), Yuddy Chrisnandi (mantan Menteri PAN-RB), Setya Novanto (mantan Ketua DPR RI), Roemkono (mantan Duta Besar RI untuk Bosnia), Bomer Pasaribu (mantan Menteri Tenaga Kerja), Saleh Husin (mantan Menteri Perindustrian), Basri Sidehabi (mantan Duta Besar RI untuk Qatar), Agus Hermanto (mantan Wakil Ketua DPR RI), Jero Wacik (mantan Menteri ESDM), Andi Rachman (mantan Gubernur Riau), serta Syamsul Bahri (mantan Anggota DPR RI).

Turut hadir pula Sarmuji (Sekretaris Jenderal Partai Golkar), Dave Laksono (Wakil Ketua Komisi I DPR RI), dan Bambang Patijaya (Ketua Komisi XII DPR RI). Selain itu, hadir Amelia Anggraini (Anggota Komisi I DPR RI) serta Waode Rabia (Anggota DPD RI) dan  Mantan Anggota DPR-RI yang juga penyanyi nasional Kris Dayanti.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku ini. Ia menilai perjalanan hidup Satya yang dituangkan dalam buku tersebut sarat akan nilai proses dan konsistensi.

“Perjalanan hidup Bang Satya ini by process, bukan ujug-ujug jadi. Ini yang penting untuk generasi muda pelajari,” ujarnya.

Menurut Bahlil, buku ini bukan hanya menjadi dokumentasi perjalanan pribadi, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dalam membangun karier di sektor energi. Ia juga mengakui bahwa peran Satya sangat penting dalam memberikan masukan di tengah dinamika energi global.

“Saat terjadi gejolak energi, Pak Satya selalu memberikan masukan kepada saya,” pungkasnya. [mad]