BBGRM ke-23 dan HKG PKK ke-54 di Bojonegoro Dorong Pembangunan Berbasis Kebersamaan
Kentong Ditabuh, Bupati Setyo Wahono Ajak Desa di Bojonegoro Lestarikan Budaya Gotong Royong (Foto: blokBojonegoro/M. Anang Febri)

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi tuan rumah pelaksanaan Aktualisasi Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang dirangkai dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan digelar di Taman Pinggir Bengawan Solo, Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong, kebersamaan, dan pembangunan berbasis keluarga di tengah masyarakat. Hadir dalam kegiatan itu jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, TP PKK, kepala desa, hingga berbagai elemen masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro Djoko Lukito menyampaikan, pelaksanaan BBGRM berlangsung selama Mei 2026 dengan melibatkan seluruh desa dan kelurahan di Bojonegoro. Kegiatan dijalankan dengan prinsip “dari, oleh, dan untuk masyarakat” bersama PKK, Karang Taruna, RT/RW, hingga lembaga kemasyarakatan desa.

"Tema tahun ini adalah Perkuat Semangat Gotong Royong. Tema ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan," ujarnya.

Djoko menjelaskan, berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangkaian BBGRM, di antaranya penanaman sayuran dan tanaman obat keluarga, kerja bakti lingkungan, pembentukan bank sampah desa, penanaman pohon, hingga bakti sosial di desa, sekolah, dan kantor pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut juga disalurkan sejumlah bantuan secara simbolis, seperti 750 bibit tanaman sayur, paket sembako, layanan perpustakaan keliling, bantuan pembangunan jembatan desa, benih ikan tawes, hingga beasiswa bagi sembilan penerima.

Ketua TP PKK Bojonegoro Hj. Cantika Wahono mengatakan, HKG PKK tahun ini mengusung tema “Kuatkan Sepuluh Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.” Tema tersebut menegaskan pentingnya penguatan program PKK sebagai fondasi pemberdayaan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

"Gerakan PKK harus kembali meneguhkan jati dirinya dengan memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan sepuluh program pokok PKK sebagai fondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga," katanya.

Cantika juga mengajak seluruh kader PKK meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kolaborasi, dan memanfaatkan teknologi informasi agar program-program PKK lebih efektif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono menegaskan budaya gotong royong merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia meminta seluruh kepala desa dan camat terus menghidupkan semangat kebersamaan di lingkungan masing-masing.

"Budaya gotong royong ini sudah ada sejak dulu. Saya minta jangan sampai hilang. Gotong royong harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat," tegasnya.

Menurutnya, keberadaan PKK juga memiliki peran strategis dalam pembangunan keluarga, penanganan stunting, penguatan ekonomi rumah tangga, hingga menjaga keharmonisan keluarga. Ia pun mengapresiasi kinerja TP PKK Bojonegoro yang selama ini aktif mendukung program pemerintah daerah.

Staf Ahli Gubernur Jawa Timur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Budi Raharjo, menambahkan bahwa gotong royong, kekeluargaan, dan musyawarah mufakat merupakan DNA bangsa Indonesia yang hingga kini masih kuat di desa-desa.

"Yang menjadi tantangan ke depan adalah bagaimana semangat gotong royong ini tidak hanya aktual, tetapi juga bisa berkelanjutan dan tangguh menghadapi perubahan zaman," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Bojonegoro sebagai lokasi aktualisasi BBGRM Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa di Jawa Timur, termasuk di Bojonegoro, menjadi modal penting menuju Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara. [feb/mad]