Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - PT Pertamina Retail (PERTARE) melalui SPBU COCO 51.651.16 Langsep Malang menggelar Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) sebagai upaya memperkuat implementasi aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan operasional SPBU.
Kegiatan tersebut melibatkan seluruh pekerja SPBU dengan dukungan dari Polsek Klojen Kota Malang, Koramil 0833/01 Klojen Kota Malang, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Malang.
Dalam simulasi itu diperagakan skenario kebakaran di salah satu area SPBU yang mengakibatkan seorang kepala shift mengalami luka bakar. Api kemudian merambat hingga ke area dispenser. Melalui skenario tersebut, para pekerja diuji dalam menjalankan prosedur tanggap darurat, mulai dari koordinasi internal, komunikasi antar tim, penanganan korban, hingga penyampaian informasi kepada pihak terkait.
Manager HSSE PERTARE, Ruli Handoko, mengatakan bahwa simulasi penanggulangan keadaan darurat merupakan agenda rutin perusahaan untuk memastikan kesiapan personel dan sistem tanggap darurat di area operasional tetap berjalan optimal.
"Operasional SPBU memiliki berbagai potensi bahaya seperti kebakaran, tumpahan BBM, ledakan, hingga risiko cedera terhadap pekerja saat menjalankan aktivitas di lapangan. Melalui pelaksanaan simulasi ini, kami ingin memastikan kesiapan personel, efektivitas prosedur, serta koordinasi antar tim dalam menghadapi situasi darurat sehingga risiko dan potensi kerugian dapat diminimalkan apabila insiden nyata terjadi," ungkap Ruli.
Pelaksanaan simulasi diawali dengan penentuan alur kejadian serta pembagian tugas kepada personel sesuai fungsi dalam Struktur Organisasi Keadaan Darurat. Setelah itu, dilakukan pelaksanaan skenario guna menguji respons tim melalui proses koordinasi, komunikasi, penanganan situasi, hingga penyampaian informasi kepada pihak internal maupun eksternal. Kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi bersama sebagai bahan peningkatan kesiapsiagaan ke depan.
Manager Region VI (Jatimbalinus) PERTARE, Aditya Hendrawan, menyampaikan bahwa simulasi PKD secara rutin dilakukan agar seluruh pekerja mampu merespons kondisi darurat secara cepat dan tepat.
"Melalui simulasi ini, kami harap seluruh pekerja SPBU dapat merefresh lagi pengetahuan dan pemahaman mengenai penanganan simulasi darurat, serta menjadi lebih sekaligus meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kekompakan antar tim agar proses penanganan dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan efektif saat menghadapi situasi darurat di area operasional," tuturnya.
Sementara itu, Corporate Secretary PERTARE, Ardhi Widodo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan.
"Pertamina Retail terus berkomitmen untuk memastikan implementasi aspek HSSE berjalan optimal di seluruh lini operasional perusahaan. Simulasi PKD yang dilaksanakan secara rutin ini juga menjadi langkah penting untuk meningkatkan kompetensi pekerja serta memperkuat budaya safety awareness di lingkungan kerja," kata Ardhi.
PERTARE juga terus mendorong pencapaian visi jangka panjang sebagai perusahaan ritel energi nasional kelas dunia. Melalui semangat Satukan Energi Melayani Negeri, perusahaan berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik serta mendukung keberlanjutan negeri. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published