Reporter: M. Anang Febri
blokBojonegoro.com - Ratusan guru dan tenaga kependidikan (GTK) dari SMA dan SMK se-Bojonegoro dan Tuban, Sabtu (13/6/2026) sore ini memeriahkan laga penutupan GTK Sport Fest 2026 yang digelar di Stadion Letjend H. Soedirman Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi ajang olahraga sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga sekolah di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Bojonegoro Agus Hariyono, jajaran Cabdindik, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro M. Anwar Mukhtadlo, Wakil Ketua I KONI Bojonegoro Tonny Ade Irawan, kepala SMA dan SMK se-Bojonegoro dan Tuban, serta para guru dan tenaga kependidikan.
Ketua Panitia GTK Sport Fest 2026, Firman Andik Saputro, menjelaskan kegiatan ini berangkat dari banyaknya komunitas dan tim sepak bola yang telah terbentuk di masing-masing sekolah. Melalui ajang ini, pihaknya ingin menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah sekaligus memperkuat kekompakan antarguru dan tenaga kependidikan.
"Di tiap sekolah sejatinya sudah ada tim-tim sepak bola. Pak Kacab ingin bagaimana rasa memiliki sekolah itu tinggi. Saya yakin melalui kegiatan ini guru dan GTK akan bangga menjadi satu kesatuan untuk membela dan membanggakan sekolahnya masing-masing,” ujar Firman Andik.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarsesama GTK di sekolah.
"Saya yakin yang biasanya mungkin tidak terlalu sering berinteraksi, akhirnya melalui kegiatan ini mereka menjadi satu tim dengan nama sekolahnya dan mengibarkan satu bendera yang sama," katanya.
Laki-laki yang menjabat sebagi Kepala SMKN 3 Bojonegoro itu menyebutkan, bahwa GTK Sport Fest 2026 diikuti oleh 45 sekolah dengan total 1.245 GTK yang terlibat dalam berbagai cabang olahraga yang terdiri dari futsal, voli putra, voli putri, dan sepak bola. Proses pendaftaran dilakukan secara daring dengan sistem verifikasi yang cukup ketat.
"Kami menggunakan sistem online seperti PSSI. Setiap sekolah memiliki akun untuk mendaftarkan peserta. Data yang masuk kami cek satu per satu, setelah disetujui baru kartu identitas peserta dapat dicetak secara otomatis oleh masing-masing sekolah," jelasnya.
Melihat tingginya antusiasme peserta, pihak panitia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan skala yang lebih besar pada tahun mendatang.

"Insya Allah tahun depan harus lebih meriah lagi dengan persiapan yang lebih matang. Mungkin akan diikuti lebih banyak tim,"ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh panitia dan seluruh tim yang sudah berpartisipasi. Semoga dengan kegiatan ini silaturahmi semakin terjalin. Yang paling penting, GTK di Cabang Dinas Pendidikan Bojonegoro-Tuban tetap rukun dan semuanya juga mendapatkan manfaat untuk kesehatan," tuturnya.
Sementara itu, Plt Kacabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro, Agus Hariyono, mengaku terkesan dengan antusiasme yang ditunjukkan seluruh peserta. Meski baru pertama kali digelar, kegiatan tersebut mampu melampaui ekspektasi panitia.
"Saya melihat euforia yang luar biasa dari teman-teman. Ini pertama kali dilaksanakan di lingkungan Cabang Dinas Wilayah Bojonegoro, tetapi ekspektasinya sangat luar biasa," kata Agus Haroyono.
Ia menambahkan, dukungan yang diberikan berbagai pihak menjadi salah satu kunci sukses pelaksanaan GTK Sport Fest 2026.
"Kami tidak menyangka dukungan yang diberikan begitu besar, baik secara moral, material maupun tenaga. Semuanya all out mendukung GTK Sport Fest tahun ini. Kami sangat berharap ini menjadi ajang silaturahmi tahunan sehingga nanti akan terbentuk persaudaraan yang luar biasa bagi seluruh GTK di lingkungan kami," ucapnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua I KONI Bojonegoro, Tonny Ade Irawan, menilai GTK Sport Fest merupakan kegiatan positif yang layak menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur.
"Saya berharap Bojonegoro-Tuban bisa menjadi pelopor bagi daerah lain. Kegiatannya positif dan paling tidak bisa menularkan nilai-nilai yang baik," katanya.
Menurut Tonny, nilai sportivitas dan semangat bertanding yang ditunjukkan para peserta dapat menjadi teladan bagi para siswa di sekolah masing-masing.
"Yang bagus ini harus diteruskan. Paling tidak nanti bisa menularkan bagaimana fair play dan semangat bertanding kepada para siswanya ketika mengikuti kejuaraan tingkat kabupaten maupun provinsi," pungkasnya.
Diketahui, GTK Sport Fest telah buka dan menyajikan banyak partai tanding di setiap cabang olahraga (cabor). Pada momen ini, Awarding GTK Fest disajikan bersamaan final cabor sepak bola yang menyuguhkan pertandingan seru antara tim sepak bola SMKN 3 Bojonegoro dan SMAN 1 Sumberrejo. [feb/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published