Mulai 2023, Tercatat 2.271 Santri Terima Beasiswa Kemenag – LPDP
Informasi beasiswa pendidikan

Reporter: Nidhomatur, MR

blokBojonegoro.com - Pemerintah Indonesia terus berupaya memberikan afirmasi kepada santri untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi ternama melalui skema beasiswa Kemenag – LPDP. Sejak 2023, tercatat ada 2.271 santri yang mendapat beasiswa, dan 90 di antaranya sudah lulus kuliah.

“Ada banyak afirmasi diberikan kepada santri, salah satunya adalah beasiswa Kemenag – LPDP untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi,” terang Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag Ruchman Basori di Jakarta.

Beasiswa yang diberikan terbagi dalam dua komponen, yaitu: biaya pendidikan dan biaya tunjangan. Komponen biaya pendidikan antara lain berupa biaya pendaftaran, matrikulasi, uang kuliah tunggal, dan pendidikan profesi. Sementara komponen biaya tunjangan mencakup biaya hidup dan biaya dukungan penelitian.

“Sejak 2023, ada 2.271 santri penerima beasiswa. Ada 90 yang sudah menyelesaikan proses kuliahnya,” ujar Ruchman Basori.

Para santri penerima beaiswa ini kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), termasuk Ma’had Aly. Sejumlah PTN pilihan kuliah santri yaitu: Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Semarang. Sementara untuk PTKI antara lain: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Alauddin Makassar, UIN Maliki Malang, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Sunan Gunung Djati, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Selain itu, ada juga 410 santri yang mendapat beasiswa kuliah di Ma’had Aly,” papar Ruchman Basori.

Direktur Pesantren Basnang Said menjelaskan, saat ini ada sembilan Ma’had Aly yang menjadi tempat kuliah santri penerima beasiwa Kemenag – LPDP. Dia berharap Ma'had Aly mitra menjadi percontohan pengembangan pendidikan tinggi pesantren yang mengedepankan budaya mutu dalam tata kelola akademik.

“Ma'had Aly memiliki posisi strategis dalam menyiapkan kader ulama yang menguasai khazanah keislaman sekaligus mampu menjawab dinamika masyarakat,” tandasnya.

Sembilan Ma’had Aly mitra:

1. Ma'had Aly Kebon Jambu, Cirebon, Jawa Barat (S1)
2. Ma'had Aly Hasyim Asy'ari, Jombang, Jawa Timur  (S1 dan S2)
3. Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah, Situbondo, Jawa Timur (S1 dan S2)
4. Ma'had Aly As'adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan (S1)
5. Ma'had Aly Sa'idusshiddiqiyah, Jakarta Barat, DKI Jakarta (S1)
6. Ma'had Aly Maslakul Huda, Pati, Jawa Tengah (S1)
7. Ma'had Aly Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur (S1 dan S2)
8. Ma'had Aly Ma'had Ulum Diniyah Mesjid Raya, Bireuen, Aceh (S2)
9. Ma'had Aly Al-Tarmasi, Pacitan, Jawa Timur (S1)