Gagal Juara: Indonesia Kalah Dramatis 2-3 dari Kamboja di Final SEA V. League 2026
Timnas Indonesia harus puas sebagai runner up SEA V. League 2026 Putra Leg 1, Minggu (19/7/2026) saat kalah 2-3 dari Kamboja

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Final SEA V. League 2026 Putra Leg 1, Minggu (19/7/2026) di Candon City Arena, Ilocos Sur, Filipina, memunculkan kejutan baru. Timnas Indonesia secara dramatis kalah 2-3 dari Kamboja di final voli bergengsi Asia Tenggara.

Kamboja sukses membuat sejarah dengan menjadi juara SEA V-Cup 2026 Putra leg 1 untuk pertama kalinya. Tidak diunggulkan di awal turnamen, Suon Channaro dan kawan-kawan menutup turnamen sebagai juara.

[Baca Juga: WISATA DAN KULINER DI BOJONEGORO JAWA TIMUR YA D'KONCO CAFE https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/19/wisata-kuliner-di-bojonegoro-jawa-timur-ya-dkonco-cafe-saja]

Sementara itu, Indonesia harus puas menjadi runner-up SEA V-Cup 2026 Putra leg 1. Tidak pernah kehilangan set hingga mencapai final, Garuda harus puas finis di posisi 2. Selanjutnya, Indonesia dan Kamboja bakal bertanding di SEA V-Cup 2026 Putra leg 2 yang digelar di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, pada 22-26 Juli 2026.

Indonesia tampil dengan komposisi pemain terbaiknya sejak awal laga. Kendati begitu, justru Kamboja yang mampu tampil dominan di awal set pertama. Bahkan, Kamboja terus memimpin hingga membuat selisih skor 13-20.

Pelatih Timnas Indonesia, Reidel Toiran pun berupaya melakukan perubahan strategi, tetapi selisih poin yang terlalu jauh membuat upaya Garuda jadi sulit. Indonesia pun sempat membuat 7 poin beruntun dan menipiskan skor menjadi 20-21.

Sempat berbalas 1 poin di akhir set, Kamboja akhirnya sukses memetik kemenangan 23-25. Kamboja pun sukses mengungguli Indonesia 0-1 sekaligus menjadi kekalahan set pertama untuk Indonesia di SEA V-Cup 2026 Putra.

Memasuki set yang kedua, Indonesia tampil lebih baik di awal set. Garuda pun memimpin 8-7 di interval set, tetapi kehilangan momentum selepas jeda. Kamboja kembali membalikkan keadaan menjadi 9-11.

Reidel Toiran pun kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Sigit Ardian, mengganti Boy Arnez. Hasilnya, permainan Indonesia mulai membaik dan berbalik memimpin 16-15 di technical time out kedua.

Akan tetapi, Kamboja kembali menunjukkan permainan yang impresif karena mampu membalikkan keadaan selepas jeda. 3 poin beruntun yang mereka dapatkan membuat Kamboja berbalik unggul 17-19.

Laga pun berjalan lebih sengit saat Indonesia berhasil menyamakan skor 21-21. Service ace dari Farhan Halim membuat Indonesia kembali unggul 22-21. Akan tetapi, Kamboja mampu membalikkan keadaan dan menang lagi 26-28 dan unggul 2 set.

Di set ketiga, performa Kamboja tetap stabil. Mereka pun terus memimpin sejak awal hingga technical time out 6-8. Indonesia mulai membaik selepas jeda, bahkan berbalik unggul 10-9.

Pertandingan pun menjadi lebih sengit lagi, karena kedua tim saling berbalik unggul. Di momen krusial, Kamboja kembali menunjukkan performa yang apik. Sebaliknya, Indonesia justru melakukan sejumlah kesalahan sehingga kehilangan poin.

Saat serangan Indonesia tidak terlalu apik, justru pemain-pemain Kamboja yang melakukan kesalahan sendiri. Spike keras dari Farhan Halim akhirnya membuat Indonesia menang di set 3, sekaligus menipiskan skor set menjadi 1-2.

Kemenangan di set ke-3 membuat Indonesia tampil lebih percaya diri di set 4. Tedi Oka yang diberi kesempatan sejak awal set pun mampu tampil bagus. Meski begitu, Kamboja juga menunjukkan penampilan yang apik, dan unggul 7-8 di jeda interval pertama.

Selepas jeda, pertandingan terus berjalan sengit dengan kedua tim tidak pernah unggul lebih dari 2 poin. Di akhir set, momentum berhasil didapatkan oleh Indonesia dan menang 25-22 sekaligus menyamakan skor set 2-2.

Di set penentuan, Indonesia justru melakukan 2 error di awal set. Meski terus menempel perolehan poin Kamboja, tetapi Indonesia kehilangan peluang untuk unggul. Bahkan, Kamboja langsung unggul 2-5 di awal set. Kamboja bahkan unggul 4-8 di interval set ke-5.

Indonesia mampu tampil lebih baik di paruh kedua. Akan tetapi, selisih poin yang terlalu jauh membuat Indonesia gagal membalikkan keadaan. Garuda pun harus mengakui keunggulan Kamboja dan kalah dalam 5 set setelah tumbang 12-15. [mad]