Kontributor: Ayu Rahma Fadila
blokBojonegoro.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur terus menyiapkan lahir dan batin untuk menyambut Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke 35 akhir Agustus 2026.
Selain penyelesaian renik-renik teknis, Panitia Lokal (Panlok) dari PP Bahrul Ulum juga berencana "mengetuk langit' dengan mengumpulkan puluhan ribu santri dan alumni dengan tagar #Tambakberas Memanggil.
[Baca Juga: WISATA DAN KULINER DI BOJONEGORO JAWA TIMUR YA D'KONCO CAFE https://www.blokbojonegoro.com/2026/01/19/wisata-kuliner-di-bojonegoro-jawa-timur-ya-dkonco-cafe-saja]
Direncanakan Mujahadah dan Doa Bersama dalam acara "Huwal Habib-an" tersebut digelar Sabtu (15/8/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB di kompleks pesarean muassis NU, Almaghfurlah KH. Abdul Wahab Chasbullah.
"Tambakberas Memanggil. Ayo bareng Mujahadah dan Doa Bersama dalam acara HUWAL HABIB-an demi Suksesnya MUKTAMAR KE-35 NU," bunyi undangan kepada alumni yang tergabung di Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Tambakberas.
Penggalan bait Burdah, Huwal Habib:
هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلّ هَوْلٍ مِنَ الْأِهْوَالِ مُقْتَحِـــــــمِ
Huwal habibul ladzi turja syafa’atuhu # Li kulli haulim minal ahwali muqtahami.
Artinya: “Dialah (Nabi Muhammad SAW) sang kekasih yang syafaatnya dinanti senantiasa – (Dalam menghadapi) segala derita dan petaka yang menerpa.”
Seperti diceritakan banyak santri Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, wirid tersebut merupakan ijazah dari Kiai Abdul Wahab. Mbah Wahab setiap ada ide dari Nahdlatul Ulama (NU) yang ingin disampaikan kepada Presiden Soekarno, maka selalu mengumpulkan santri dan meminta mereka agar setiap habis salat Magrib membaca penggalan Qasidah Burdah, yaitu Huwal Habib. [ayu/mad]
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published