Kronologi Lengkap Anak di Bojonegoro Pukul Ibu Kandungnya hingga Meninggal
Satreskrim Polres Bojonegoro saat mengamankan pelaku yang diduga memukul ibunya hingga meninggal dunia di Desa Bungur, Kecamatan Kanor (Foto: blokBojonegoro.com/Rizki Nur Diansyah)

Reporter: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com – Kronologi tragis yang menyebabkan Supatmi (65), warga Desa Bungur, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, meninggal mulai terungkap. Korban meninggal dunia setelah diduga dihantam batu paving oleh anak kandungnya sendiri, Mahfud (30).

Kanit 1 Pidum Satreskrim Polres Bojonegoro, Iptu Michel Manansi mengungkapkan, kronologi tersebut terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi kunci, yakni keponakan dari pelaku.

"Jadi paginya pelaku mencari orang tuanya. Karena kedua orang tuanya sudah merasa tidak enak dengan kondisi anaknya tersebut, kemudian memilih mengungsi ke rumah kakak pelaku," ungkap Iptu Michel, Kamis (27/8/2026).

Mahfud, lanjut Michel, mencari kedua orang tuanya ke rumah kakaknya. Di lokasi tersebut, pelaku sempat bersitegang dengan sang kakak. Setelah itu, Mahfud pulang dan memilih menunggu kedua orang tuanya di rumah.

Selang beberapa waktu, Supatmi dan Mahbop (70), bapak pelaku, akhirnya pulang ke rumah. Saat mengetahui kedua orang tuanya telah kembali, Mahfud kembali mengamuk.

Pelaku kemudian diduga memukul ayahnya terlebih dahulu menggunakan batu paving. Namun, Mahbop berhasil menghindar dan melarikan diri menuju rumah kakaknya untuk meminta pertolongan.

"Bapaknya bisa menghindar dan kemudian kabur ke rumah kakaknya untuk meminta pertolongan," papar Polisi asal Sumatera tersebut.

Nahas, Supatmi yang diketahui dalam kondisi stroke tidak mampu menyelamatkan diri. Pelaku kemudian diduga menghantam kepala ibunya menggunakan batu paving hingga korban meninggal dunia.

"Sedangkan ibunya yang dalam kondisi stroke tidak bisa menghindar. Kemudian pelaku menghantam kepala ibunya beberapa kali menggunakan batu paving hingga meninggal dunia," bebernya.

Aksi tersebut kemudian diketahui oleh keponakan Mahfud. Setelah mendapat kabar bahwa pamannya kembali mengamuk, keponakan pelaku langsung menuju lokasi untuk menghentikan aksi tersebut.

"Keponakannya yang mendapat kabar pamannya kembali mengamuk langsung menuju lokasi dan menghentikan aksi pelaku dengan memiting lehernya dari belakang," terang Iptu Michel.

Setelah aksi pelaku berhasil dihentikan, warga sekitar berdatangan ke lokasi dan langsung mengamankan Mahfud. Pelaku kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian.

Polisi selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan, diantaranya batu paving dan sejumlah pakaian.

Dalam peristiwa tersebut, Supatmi meninggal dunia, sedangkan Mahbop mengalami luka-luka setelah sebelumnya menjadi sasaran serangan pelaku.

Mahfud kini masih diamankan dan menjalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Bojonegoro. Polisi juga masih mendalami kondisi kejiwaan pelaku.

Sebelumnya, polisi belum dapat memastikan informasi yang menyebut Mahfud merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kondisi kejiwaan pelaku masih membutuhkan observasi lebih lanjut oleh psikolog maupun tim medis.

Penyidik masih terus mendalami kasus tersebut, termasuk motif dan kondisi kejiwaan pelaku, untuk mengungkap secara utuh tragedi yang menewaskan Supatmi. [riz/mad]