Reporter: Rizki Nur Diansyah
blokBojonegoro.com – Jelang bergulirnya Liga Nusantara musim 2026/2027, suporter Persibo Bojonegoro mulai mendesak Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro untuk membuka ruang dialog. Komunitas Persibo Bersatu bahkan memberikan batas waktu, untuk merespons permohonan audiensi yang telah mereka layangkan.
Jika hingga batas waktu tersebut belum ada kepastian, suporter menyatakan siap turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta audiensi secara langsung di lokasi aksi.
Koordinator suporter Drago Tifoso Curva Nord (DTCN), Candra Aditya, mengungkapkan pihaknya masih memberikan kesempatan kepada Bupati dan Wabup Bojonegoro untuk menjadwalkan audiensi. Menurutnya, dialog menjadi penting agar berbagai aspirasi mengenai Persibo bisa disampaikan secara langsung kepada pemerintah daerah.
“Kita tunggu sampai ada jadwal audiensi dari Bapak Bupati dan Ibu Wabup. Kalau tidak ada, kita akan turun aksi dan meminta audiensi di tempat aksi,” ungkap Candra, Senin (14/9/2026).
Pria yang akrab disapa Sincan itu menegaskan, suporter memberikan batas waktu hingga Selasa (15/9/2026) besok, untuk mendapatkan informasi maupun kepastian jadwal audiensi dari Bupati Setyo Wahono maupun Wabup Nurul Azizah.
“Batas waktu audiensi sampai besok, Selasa. Kalau sampai Selasa tidak ada informasi, secepatnya akan diadakan aksi,” tegasnya.
Sebelumnya, komunitas Persibo Bersatu telah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro. Pertemuan tersebut, diharapkan tidak sekadar menjadi ajang penyampaian keluhan, tetapi juga menjadi ruang untuk membahas masa depan sepak bola dan Persibo sebagai klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro.
Sejumlah persoalan yang hendak dibahas meliputi perkembangan olahraga, dukungan pemerintah daerah terhadap Persibo, fasilitas olahraga, hingga sinergi antara suporter dan Pemkab Bojonegoro.
Audiensi juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum bagi suporter untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, dan masukan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Dalam surat permohonan tersebut, Persibo Bersatu memperkirakan sekitar 20 orang akan mengikuti audiensi. Sementara mengenai waktu dan tempat pelaksanaan, pihak suporter menyerahkannya kepada Pemkab Bojonegoro dengan menyesuaikan agenda Bupati.
Desakan dialog ini muncul di tengah kepastian Persibo Bojonegoro kembali berlaga di Liga Nusantara musim 2026/2027. Namun, hingga Senin (14/9/2026), jadwal resmi kompetisi tersebut belum diumumkan.
Situasi tersebut membuat persiapan menuju kompetisi menjadi salah satu perhatian suporter. Mereka berharap komunikasi antara klub, pemerintah daerah, dan suporter dapat terbangun dengan baik sebelum kompetisi bergulir.
Sementara itu, perwakilan manajemen Persibo Bojonegoro, Ali Mahmud, turut dikonfirmasi mengenai persiapan tim menghadapi kompetisi mendatang maupun sikap manajemen terkait aspirasi suporter. Namun, Ali memilih belum memberikan keterangan.
“Belum komentar, Mas,” jawab Ali singkat saat dihubungi. [riz/mad]