Telur Bergizi dari Sekitar Operasi
Mbah Muji, warga Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro tengah memanen telur di kandang

"Terima Kasih Pertamina (Pertamina EP Cepu/PEPC)," pertama kali kata yang terucap dari warga penerima manfaat bantuan ayam petelur yang ada di sekitar operasi Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. PEPC mendukung kolaborasi dan mensukseskan Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) dengan Pemkab Bojonegoro.

Reporter: Muhammad

blokBojonegoro.com - Siang itu, panas begitu menyengat. Tepatnya Sabtu (19/9/2026) siang. Sudah beberapa bulan belakangan ini, Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tak tersentuh hujan. Tanah retak, debu berterbangan dimana-mana. Tanaman meranggas, kering dan tak sedikit yang mati karena kekurangan air.

blokBojonegoro.com menyusuri jalan desa dan bertanya sana-sini rumah Mbah Muji, salah satu penerima manfaat program GAYATRI. Jalan setapak, sempit dan merekah, menjadi akses satu-satunya ke rumah Mbah Muji. Ditemani menantunya, Luthfiatun (26), Mbah Muji (70) bergegas menyambut dan mengajak melihat dari dekat kandang ayam di belakang rumah.

"Mohon maaf, awas hati-hati, harus merunduk, nanti kepalanya terkena pintu kandang," kata Mbah Muji, sambil membantu menyibak tanaman labu yang merambat menutupi atas genteng kandang ayam.

Sangat sederhana bentuk kandangnya, atau lebih tepatnya seadanya. Sebab, dua paket tempat ayam lengkap dengan lokasi bertelur, hanya ditempatkan di ruang sempit berdinding anyaman bambu yang dengan lobang disana-sini. Lantainya juga tanah. Bukan hanya kandang, rumah Mbah Muji juga sama, lantainya tanah dengan sebagian dinding dari kayu lapuk.

Sambil tangannya bergetar, Mbah Muji yang tinggal di RT 10/RW 05 Desa Kaliombo, mengambil satu demi satu telur di kandang. Ia biasanya memanen sekitar pukul 12.00 WIB siang hari sampai pukul 14.00 WIB. Sebab, saat itu puncak telur keluar dari total 54 ayam bantuan dari PEPC.

"Rata-rata tertinggi mendapatkan 2,5 kilogam sekali panen, atau kurang lebih 45 telur. Bantuan ini kami telah terima sejak November 2025, Alhamdulillah kami sangat senang dan terbantu," jelasnya dengan mata berkaca-kaca seperti menahan tangis bahagia.

Dari jumlah telur yang dipanen itu, biasanya langsung dijual oleh menantunya melalui media sosial. Ada dari tetangga desa sebelah yang membeli dan jika menumpuk banyak, disetor atau dijual ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Karena, sekalian juga ditabung untuk dibelikan pakan dan mengganti ayam yang mati.

"Cuaca sangat panas, sehingga berpengaruh pada ayam petelur juga. Makanya bapak menanam labu untuk mendinginkan atap kandang, sekalian bisa dipakai sayur untuk kebutuhan sehari-hari," tambah Luthfiatun, menantu Mbah Muji yang mengaku ikut membantu mengelola ayam petelur bantuan untuk mertuanya.

Selain dijual, sesekali juga dipakai lauk keluarga, agar menambah gizi. Karena, dirinya menghitung perputaran telur, pakan, dan memprediksi nanti jika harus membeli ulang. Dari kalkulasi tersebut, ia baru berani sesekali memasak telur untuk Mbah Muji beserta istri, Tarni (60), juga bagi suami dan anaknya.

"Sedikit-sedikit kita mendapatkan tambahan untuk pemasukan keluarga. Kami sangat terbantu oleh pemberian Pertamina," lanjutnya.

Apakah bisa berputar dari kebutuhan pakan dan telur yang dipanen? Istri dari Suwarno (29) itu menabahkan, harga telur saat ini 23.000/kg dan jika bisa panen 3 kg dalam sehari, maka ada pemasukan Rp69.000/hari. Pakan satu karung/sak Rp400.000 untuk kebutuhan 10 hari. 

"Jika dibulatkan pemasukan Rp700.000 dari menjual telur 10 hari dan dipakai membeli pakan Rp400,000, masih ada sisa Rp300.000. Namun, tidak selalu tinggi produk telur, namun fluktuatif, yang terpenting masih ada kelebihan untuk persiapan membeli ayam baru ke depan dan menambah gizi keluarga," tegasnya.

Ayam bantuan dari Pertamina EP Cepu begitu sehat dan bisa menghasilkan telur secara maksimal (Foto: blokbojonegoro.com/Muhammad Abdul Qohhar)

Pemasukan dari Telur saat Tenah Gersang Tanpa Tanaman

Keberadaan bantuan ayam petelur dari Pertamina EP Cepu (PEPC) benar-benar membantu masyarakat di wilayah sekitar operasi. Selain keluarga Mbah Muji, juga bagi pasangan Lasio (70) dan Musri (51) yang tinggal di RT 09/RW 05 Desa Kaliombo. Rumahnya satu RW dengan Mbah Muji. Kondisi rumahnya juga tidak jauh berbeda, masih beralas tanah kering.

"Kami juga mendapatkan 54 ayam petelur, selain dijual telurnya saat panen untuk dibelikan pakan, juga menambah gizi keluarga. Kebetulan di rumah ini ada enam orang," kata Musri, sambil mengusap peluh di mukanya sehabis memanen telur di kandang sangat sederhana.

Matanya nanar menatap telur-telur berderet di kandang, satu persatu diambil dan ditempatkan di tempat yang dibawanya. Sesekali ia seperti menahan tangis, karena mengaku bahagia, disaat ladang yang menjadi tambatan hidup keluarga kering kerontang tanpa air. 

"Memang di tempat kami hanya dua kali bertanam, saat musim kemarau, lahan tidak dapat dikerjakan. Kami bersyukur ada Program GAYATRI ini, bantuan Pertamina," pungkasnya .

Kades Kaliombo: Perkuat Desa Produsen Telur

Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi salah satu produsen telur di Kota Migas, sebutan lain Bojonegoro. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Usaha Bhakti Manunggal berhasil mengembangkan perternakan ayam petelur. Usaha tersebut berkembang berkat dukungan dari PT Pertamina EP Cepu (PEPC).

Kepala Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari Rohmad Edi Suyanto mengatakan bantuan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ayam petelur dari PEPC sukses besar. Awal tahun 2021 ada satu kandang ayam petelur. Kemudian di 2022 ditambah lagi satu kandang. Bahkan, di 2024 awal BUMDes menambah satu kandang lagi.

"Total terdapat tiga kandang ayam petelur, hal itu melihat kebutuhan telur di Kabupaten Bojonegoro sangat tinggi. Kapasitas kandang sekitar 3500-4000. Namun, baru terisi sekitar 2500 ayam dengan produksi telur per hari sekitar 1,5 kwintal lebih," tambahnya.

Produksi telur di Desa Kaliombo semakin besar, karena menyerap juga dari warga yang mendapat program. Rata-rata tiap rumah bisa menghasilkan 2,5 kg telur. "Dari warga, telur ditukarkan pakan di BUMDes. Setiap hari, perhitungannya, warga masih bisa menabung Rp10.000 dan menyisihkan setengah kilogram telur untuk menambah gizi keluarga," terang Rohmad.

Dengan bantuan PEPC, saat ini ekonomi masyaraat di Kaliombo bertambah bagus. Pelan tapi pasti, Program GAYATRI dari Pemkab Bojonegoro yang berkolaborasi dengan PPM PEPC juga menambah kesejahteraan warga. "Terima kasih PT Pertamina, dalam hal ini PEPC sudah terus mendukung ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi," pungkasnya.

Musri, warga Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro memanen telur dari kandang di rumahnya. (Foto: blokBojonegoro.com/Muhammad Abdul Qohhar)

Bupati Wahono: Kolaborasi Baik untuk Kesejahteraan Masyarakat

Apresiasi tinggi diberikan Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono atas kolaborasi berbagai pihak, terutama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) yang ikut serta menyukseskan Program GAYATRI. Sebab, dengan sumbangsih Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Minyak dan Gas Bumi (Migas), maka penerima manfaat akan semakin besar.

"Selama ini PEPC sudah banyak memberikan sumbangsih ke masyarakat, terutama melalui PPM bantuan ayam petelur ke warga di sekitar operasi," terang Bupati Bojonegoro.

Harapannya, selain bisa menambah pemasukan secara ekonomi ke penerima manfaat, Program GAYATRI juga bisa memperbaiki gizi keluarga dengan asupan telur setiap hari. "Kolaborasi baik untuk kesejahteraan masyarakat, perlu terus ditingkatkan," tambahnya.

PEPC Terus Langgengkan Kolaborasi

Program Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) yang digaungkan Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur didukung PT Pertamina EP Cepu (PEPC), operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Jambaran Tiung Biru (JTB) dari Zona 12. Melalui anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut, sebanyak 9.450 ekor ayam petelur dibagikan kepada 175 keluarga penerima manfaat yang ada di 13 desa sekitar operasi, baik oleh PEPC maupun Pertamina EP Sukowati Field Zona 11.

Pengalaman teknis pendampingan budidaya ayam petelur telah berjalan sejak tahun 2018. Hal itu disampaikan Head of Communication Relation & CID PEPC Zona 12, Muliawaty. Dikatakan, jika Program Pengembangan Masyarakat (PPM), PEPC turut ambil bagian dalam mendukung mewujudkan visi dan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. 

"Program yang mengkhususkan untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini bagi PEPC juga sejalan dengan visi dan misi perusahaan. Sebab, program ini sebagai refleksi kepedulian sosial kita terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga-keluarga ekonomi rentan di desa-desa yang menjadi sasaran program,” terangnya.

Dengan adanya program GAYATRI, diharapkan dapat meningkatkan skala usaha peternakan ayam petelur di tingkat rumah tangga untuk mengentaskan kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Komitmen PEPC dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan, tidak hanya mengandalkan bantuan sesaat, namun mampu menciptakan sistem dan peluang yang mendukung kemandirian masyarakat secara berkelanjutan. [mad]