Gedung Pemkab Bojonegoro Jadi Korban Vandalisme
Gedung Pemkab Bojonegoro di Jalan Mastumapel menjadi korban vandalisme. Beberapa tulisan berukuran besar dengan kata-kata tak senonoh ditujukan kepada pemkab dan DPRD.
Gedung Pemkab Bojonegoro di Jalan Mastumapel menjadi korban vandalisme. Beberapa tulisan berukuran besar dengan kata-kata tak senonoh ditujukan kepada pemkab dan DPRD.
Setelah fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan pandangan umum. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (Pemkab) Bojonegoro memberikan jawaban, dalam rapat Paripurna lanjutan pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2018, di ruang paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro, Senin (24/6/2019).
Kejadian Aksi yang terjadi pada tanggal 21 dan 22 Mei tahun 2019 yang menolak hasil Pemilu 2019 di ibu Kota, yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat yang telah disusupi oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dan mengakibatkan kerusuhan, membuat beberapa tokoh masyarakat prihatin.
Beredar nama-nama korban yang meninggal dunia saat aksi yang digelar pada tanggal 21-22 Mei 2019 di Jakarta, salah satunya adalah ada nama warga Bojonegoro.
Jelang penetapan hasil Pemilu 2019 di wilayah Kabupaten Bojonegoro, masih terbilang kondusif dan aman, bahkan sampai saat ini, Polres Bojonegoro mengklaim bahwa tidak ada masyarakat Bojonegoro yang berangkat ke Jakarta.
Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), sejumlah mahasiswa yang menamakan dirinya sebagai Aliansi Cipayung Bojonegoro menggelar aksi deklarasi di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bojonegoro, Senin (20/5/2019) siang.
Personel Polres Bojonegoro mulai bersiaga di Stasiun Kota Bojonegoro. Kegiatan tersebut digelar sebagai antisipasi calon penumpang yang terindikasi akan berangkat menuju Jakarta untuk ikut aksi pada tanggal 22 Mei mendatang.
Setelah sempat terhenti hampir satu jam, proses rekapitulasi perhitungan suara di tingkat Kecamatan Kota Bojonegoro kembali dilanjutkan oleh PPK. Itu setelah hasil diskusi panjang tentang tuntutan saksi.
Maraknya hoaks dan disinformasi di dunia maya semakin meresahkan. Mengingat sebagian besar masyarakat dunia, termasuk Indonesia adalah pengguna layanan internet yang akrab dengan media sosial.