2019, BPBD Digelontor Anggaran Rp8 M
Tahun 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, digelontor anggaran sebesar Rp8 miliar lebih (Rp8.577.576 567) untuk kebutuhan operasional dan kebencanaan di Kabupaten Bojonegoro.
Tahun 2019 ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, digelontor anggaran sebesar Rp8 miliar lebih (Rp8.577.576 567) untuk kebutuhan operasional dan kebencanaan di Kabupaten Bojonegoro.
Memiliki tubuh yang sehat, bugar, dan produktif, menjadi impian banyak orang, tapi untuk mewujudkannya banyak orang merasa pesimis.
Meski berada jauh dari zona laut maupun gunung aktif, yang bisa menyebabkan kerusakan, namun Kabupaten Bojonegoro setiap tahunnya juga mengalami pergeseran tanah 3,3 milimeter per tahun.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro mengundang Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito untuk dimintai keterangan.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro mengundang Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito untuk dimintai keterangan, Senin (14/1/2019).
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3A KB) Bojonegoro saat ini sedang mengkampanyekan pencegahan perkawinan anak.
Kesadaran tanggap bencana perlu dilakukan sosialisasi kepada para siswa. Pasalnya, saat terjadi bencana biasanya jatuh korban dikarenakan akibat kurangnya pemahaman kepada siswa, akan cara-cara yang benar untuk menghadapi bencana.
Di era teknologi, tak jarang orangtua menghadiahkan screen time atau membolehkan bermain gawai sebagai hadiah ketika anak berperilaku baik. Padahal, hadiah tersebut jutsru cenderung membuat anak makin ketagihan kepada gawainya.
Pada 2019 ini, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro, bakal membangun Tempat Penitipan Anak (TPA) di daerah yang dekat dengan industri. Nantinya TPA itu akan dibangun di 3 titik yakni Kecamatan Baureno, Kapas dan Kalitidu.
Di era teknologi, tak jarang orangtua menghadiahkan screen time atau membolehkan bermain gawai sebagai hadiah ketika anak berperilaku baik. Padahal, hadiah tersebut jutsru cenderung membuat anak makin ketagihan kepada gawainya.