Bojonegoro Darurat Bencana
4 Hari, 1.544 Rumah Rusak Disapu Angin
Bencana angin kencang di Kabupaten Bojonegoro selama empat hari, yakni 9, 11, 12 dan 13 November 2019, merusak banyak bangunan. Terutama rumah milik warga di berbagai kecamatan.
Bencana angin kencang di Kabupaten Bojonegoro selama empat hari, yakni 9, 11, 12 dan 13 November 2019, merusak banyak bangunan. Terutama rumah milik warga di berbagai kecamatan.
Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi organisasi masyarakat. Hal itu yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), sudah menyiapkan strategi penanggulangan bencana di Kota Ledre.
Setelah seminggu terakhir ini bencana puting beliung menghantam Kabupaten Bojonegoro, Pemkab Bojonegoro telah menetapkan Kota Ledre dengan status darurat kebencanaan.
- Hujan yang disertai angin kencang yang terjadi Sabtu (9/11/2019) lalu, menyebabkan beberapa rumah, gedung yang ada di sekitar Kota Bojonegoro mengalami kerusakan parah. Bahkan beberapa pohon juga tumbang sehingga menyebabkan aliran listrik di wilayah Kota Bojonegoro padam dan seakan kondisinya seperti kota mati karena gelap gulita.
Potensi bencana di Kabupaten Bojonegoro menjadi ancaman bersama. Sehingga untuk meminimalisir dampak bencana tersebut, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengadakan rapat koordinasi pengurangan risiko bencana.
Musim kemarau panjang dan cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Bojonegoro dan wilayah lain, membuat debet air menyusut tajam. Bahkan, di bantaran sungai Bengawan Solo, tidak sedikit sumur bor milik warga yang airnya tidak keluar.
Kebutuhan air bagi warga terdampak bencana kekeringan di 18 kecamatan se Kabupaten Bojonegoro sangat mendesak. Bahkan bisa dibilang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Sebab, air merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat.
Dari jumlah 66 desa di 18 kecamatan se Kabupaten Bojonegoro yang mengajukan dropping air bersih, desa terbanyak ada di Kecamatan Ngasem. Sekitar 10 desa membutuhkan bantuan air bersih.
Musim kemarau yang cukup panjang membuat wilayah Kabupaten Bojonegoro bertambah kering. Terutama di bagian selatan dan barat jantung Kota Ledre.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro menganggarkan untuk bantuan sosial bencana tidak terduga Rp300 juta. Hingga kini bantuan yang telah disalurkan kepada korban bencana Rp97,500 juta.