Addendum AMDAL Migas Blok Cepu
Cadangan Migas Blok Cepu Melebihi Perkiraan
Rapat pembahasan Addendum Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan RKL-RPL peningkatan produksi Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, telah dimulai.
Rapat pembahasan Addendum Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan RKL-RPL peningkatan produksi Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, telah dimulai.
Addendum Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan RKL-RPL peningkatan produksi Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Bahkan, Bupati Bojonegoro, Suyoto lebih spesifik menyebut, jika Negara membutuhkan, pihaknya pasti akan mendukung penuh.
Mulai pagi ini, Rabu (10/5/2017) di gedung Pemkab Bojonegoro rencananya akan digelar rapat komisi penilai Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan RKL-RPL peningkatan produksi Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan, produksi minyak di wilayah Jawa-Bali-Nusa Tenggara dalam jumlah tinggi. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 260.000 barel per hari (bph).
Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Desa Gayam, Brabowan, Mojodelik, dan Bonorejo Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mendapat pelatihan pembuatan pembasmi jentik alami (biolarvasida), Jumat (17/2/2017). Para kader yang didominasi perempuan ini mendapat bimbingan langsung dari ahli kesehatan Yayasan Paratazkia.
Kepala daerah yang tergabung dalam Asosiasi Daerah Penghasil Migas menyambangi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Mereka bertemu untuk mengapresiasi kebijakan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, atas terbitnya Peraturan Menteri ESDM nomor 37/2016 tentang hak partisipasi (Participating Interest/PI) sebesar 10%.
Bersamaan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), diketahui ada dua komisaris yang memasuki masa purna. Oleh karena itu, kabar banyak kabar berhembus mengenai pergantian dua komisaris tersebut.
Baru 1 tahun menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Eddy Fritz Dominggus mengundurkan diri. Padahal, ia masih cukup lama mempunyai waktu untuk pimpinan tertinggi di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro tersebut.
Dibentuk untuk menangani keikutsertaan saham Pemkab Bojonegoro di operasi Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Cepu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) masih tetap fokus bekerjasama dengan PT Surya Energi Raya (SER). Termasuk juga mempertahankan Direktur Utama (Dirut) yang dijabat Ganesha H. Askari.