Belajar Pertanian, Siswa SMPN 1 Balen Kunjungi Griyorojokoyo
Sebagai negara agraris, Indonesia kaya dengan aneka macam tumbuhan dan tanaman yang sangat menarik untuk dipelajari. Baik cara budidaya, kandungan nutrisi, dan potensi pasarnya.
Sebagai negara agraris, Indonesia kaya dengan aneka macam tumbuhan dan tanaman yang sangat menarik untuk dipelajari. Baik cara budidaya, kandungan nutrisi, dan potensi pasarnya.
Hama tikus yang menyerang lahan pertanian tentu akan membuat petani resah. Menurut Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, maraknya hama tikus yang menyerang tanaman padi itu karena saat ini burung hantu dan ular populasinya turun.
Pertengahan Februari ini intensitas hujan cukup tinggi. Debit air sungai-sungai yang bermuara di Bengawan Solo mengalami kenaikan. Hal ini berpotensi mengenangi areal sawah bila sungai tidak mampu lagi menampung akumulasi air dari hulu.
Ratusan hektar tanaman padi siap panen di Desa Temu, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, terancam gagal panen. Pasalnya, tanaman padi tersebut terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Ingas yang melintasi Desa Temu.
Tanggul kali yang berada di Desa Kedungpripen, Kecamatan Kanor, Selasa (18/2/2020) jebol. Diduga jebolnya tanggul tersebut disebabkan curah hujan tinggi, sehingga kali tersebut tak kuat menahan air sehingga meluap.
Wabah serangan hama tikus yang menyerang tanaman padi di Bojonegoro memang sangat dikeluhkan petani. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, guna mengurangi hama pengerat ini mulai dengan membangun rumah burung hantu hingga memberikan umpan obat tikus.
Bulan Desember 2019 lalu petani jagung mengeluhkan tanaman jagung mereka diserang oleh hama ulat FAW. Hama ulat FAW tersebut memakan batang jagung yang baru tumbuh sehingga tanaman jagung banyak yang rusak.
Kekeringan sepertinya enggan pergi dari bumi Ngambon. Pasalnya, sejumlah petani di Kecamatan Ngambon mengeluhkan lahan padi miliknya kekeringan.
Ketersediaan pupuk bersubsidi di sejumlah daerah sempat dikeluhkan oleh para petani, lantaran sulit didapatkan. Padahal pupuk menjadi kebutuhan pokok bagi para petani, terlebih pada saat musim tanam.
Pada musim hujan (MH) seperti ini petani harus waspada populasi hama Wereng Batang Coklat (WBC). Ledakan WBC biasanya terjadi karena kondisi mikro lingkungan yang lembab dan panas, penanaman varietas rentan, pemupukan yang kurang tepat atau tidak berimbang.