Hingga Februari, 5613 Hektar Lahan Petani Terdata Asuransi
Luas lahan pertanian yang terdata ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), hingga tahun 2018 ini total ada sebanyak 5613,23 hektar.
Luas lahan pertanian yang terdata ikut Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), hingga tahun 2018 ini total ada sebanyak 5613,23 hektar.
Di Kabupaten Bojonegoru, ada sekitar 3836 petani yang sudah mengikuti asuransi pertanian.
Meski harga jual bawang merah saat ini tergolong murah, hal itu tak membuat para petani di Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro berhenti menanam bumbu dapur wajib itu. Terbukti, saat ini para petani Sekar sudah mulai menanam bawang.
Sebagian tanaman padi milik para petani di Desa Sumberejo Kidul Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, kini memasuki masa panen. Bersamaan dengan itu, hasil panen kali ini dinilai para petani harga jual gabah memuaskan.
Petani banyak yang menggunakan pestisida yang mengandung bahan kimia selama ini. Mengingat bahaya bahan kimia dalam jangka panjang, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro mengimbau para petani untuk menggunakan pestisida yang tidak banyak mengandung kimia.
Penggunaan Surfaktan bagi lahan pertanian di Bojonegoro saat dirasa sangat diperlukan. Pasalnya petani dalam melakukan perawatan padi banyak menggunakan pestisida secara berlebihan, sehingga dapat menimbulkan bahaya negatif dan biaya yang dikeluarkan cukup banyak.
Seiring perkembangan pertanian di Bojonegoro terlebih lagi tanaman padi, penggunaan pestisida yang mengandung bahan kimia semakin banyak digunakan oleh para petani. Oleh karenanya Dinas Pertanian bersama dengan TIRTA Tertiary Irrigation Technical Assistance (TIRTA), Rabu (14/2/2018) memberikan sosialisasi tentang surfaktan.
Penjualan ban vulkanisir jenis sepeda motor di Bojonegoro, pembelinya didominasi dari kalangan petani. Pasalnya pemakaian ban vulkanisir itu digunakan sebagai pengganti ban yang sudah tidak layak pakai.
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 22 Januari, petani Kecamatan Kanor membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap rencana pemerintah yang akan mengimpor beras dari luar negeri karena harga beras melambung tinggi. Aksi tersebut bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman di Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro untuk melakukan panen raya.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (KDPDTT) Republik Indonesia (RI) mencanangkan satu desa satu embung. Hal itu juga dilakukan oleh Pemerintah Bojonegoro, sehingga pada tahun 2017 embung di Bojonegoro mencapai 501 lokasi.