Hadirnya banjir di berbagai wilayah di Indonesia saat musim hujan datang patut menjadi renungan bersama untuk melakukan upaya preventif secara masif. Tidak terkecuali para insan pendidik. Bagaimana tidak, banjir yang terjadi disumbang oleh tumpukan sampah, selain karena faktor buruknya drainase serta aneka faktor lainnya.
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan genap berusia 46 tahun pada 10 Januari 2019, jika dihitung dari fusi Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Murba, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katholik. Namun baru 1 Februari 1999, kata Perjuangan disematkan dalam nama partai dan mengubah nama PDI menjadi PDI-P. Sekaligus membedakan eksistensi 2 partai politik buah konflik politik pada masa itu, yaitu; PDI pimpinan Soerjadi dan kemudian Budi Harjono yang didukung penguasa Orba dengan PDI yang dipimpin Megawati Soekarnoputri.
Memasuki tahun 2019, menjadi tongkat sejarah dalam pesta demokrasi nasional termasuk di Kabupaten Bojonegoro. Salah satu calon kontentan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Ario Sighat Triyudha Adie yang maju menjadi calon legislatif (Caleg) DPR RI, dari partai Gerindra daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX, Bojonegoro - Tuban nomor urut 2.
Dalam sepuluh tahun terakhir ini petani dipusingkan dengan serangan hama tikus sawah. Serangan banyak terjadi di sawah yang biasanya berpola tanam padi-pari-pantun. Karena siklus kehidupannya terus berjalan, karena cadangan makanan selalu tersedia.
Bahasa memiliki arti yang sangat penting dalam dunia politik. Bahasa menjadi media yang ampuh untuk menanamkan ideologi, merebut atau mendapatkan, serta mempertahankan kekuasaan.. Pada hakikatnya Setiap teks selalu terkandung ideologi. Bahasa tidak dapat dipandang sebagai entitas yang netral, tetapi memiliki ideologi yang membawa muatan kekuasaan. Ideologi dan kekuasaan tercermin dalam pemakaian kosakata, kalimat, dan struktur wacana. Bahasa sebagai sebuah teks adalah satu sistem tanda tergorganisir yang merefleksikan sikap, keyakinan dan nilai-nilai tertentu. Maksim merupakan petuah atau kesepakatan yang menuntun percakapan. Penutur dan petutur diharapkan dapat bertutur dengan baik sesuai dengan pemahaman terhadap penerapan prinsip kesantunan. Oleh karena itu, Prinsip kesantunan sangat penting untuk menjalin komunikasi yang lancar dan tanpa menyakiti perasaan orang lain.
Tujuan hidup semua orang adalah mendapatkan kebahagiaan. Tidak hanya dunia. Manusia beriman juga menginginkan hidup bahagia setelah dunia. Namun, apakah kebahagiaan itu adalah kemewahan? Mari kita urai bersama.
Tidak ada yang salah dari tulisan NU dan Pertanian. Namun, berbicara pertanian adalah berbicara tanah, juga agraria. Perlu dibedakan mengenai tanah dan agraria. Agraria lebih luas lingkupnya. Petani yang hidup di Indonesia ini tidaklah bisa tenang. Harus was-was setiap hari, bukan karena gerakan makar, teroris apalagi HTI dan PKI. Harus was-was karena ada banyak Undang-undang yang melegitimasi “perampasan†tanah rakyat, termasuk lahan pertanian. Aturan yang memperbolehkan perubahan lahan pertanian menjadi non pertanian. Belum lagi aturan terkait perdagangan bebas yang membuka celah untuk barang impor menghancurkan harga panen petani, pencabutan subsidi pupuk dan sederet aturan global yang mengintervensi aturan nasional ataupun lokal.
Mata pencarian penduduk Kabupaten Bojonegoro mayoritas sebagai petani. Mayoritas dari mereka diyakini petani NU, karena mayoritas penduduk Kabupaten Bojonegoro pengikut ormas yang didirikan oleh mbah Hasyim Asy'ari ini. Petani yang saya maksud disini, adalah petani yang mengelola tanaman pangan atau hortikultura. Bukan petani yang mengelola hewan dan ikan.
“Violence against women is not cultural. It is criminal. Equality cannot come eventually. It’s something we must fight for now. “(Samantha Power – mantan Dubes A.S. untuk PBB). Kekerasan terhadap perempuan jika dianggap sebagai budaya akan memunculkan sikap permisif yang melanggengkan perilaku tersebut. Namun, jika dikategorikan sebagai kejahatan maka akan menjadi faktor pencegah terulangnya atau terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan.
Secara historis Kelahiran Muhammadiyah 106 tahun yang lalu tidak lain kerena diilhami, dimotivasi dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al Qur’an. Dan apa yang digerakkan oleh Muhammadiyah tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam dalam kehidupan riil dan konkrit. Gerakan Muhammadiyah senantiasa diarahkan untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riil, konkrit dan nyata, yang dapat dihayati, dirasakan dan dinikmati oleh umat sebagai rahmatan lil alamin (memberikan rahmat bagi seluruh alam “seluruh kehidupanâ€). Dari siniliah maka seluruh gerakan Muhammadiyah di negeri ini, tidak lain adalah sebagai bentuk pengabdian keTuhanan, keUmatan, keBangsaan, dan keIndonesiaan). Komitmen inilah yang juga dalam perspektif Muhammadiyah, hanya dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas umat, kualitas masyarakat Indonesia, tanpa melepas karakter, nilai-nilai, dan budaya bangsa pada makna subtantifnya, bukan simbolnya.