Skip to main content

Category : Religi, Sastra & Budaya


Tanya Jawab Fiqih

Hukum Wanita yang Haid Membawa Terjemahan Al-Qur'an?

Menurut mayoritas ulama, wanita yang sedang haid haram hukumnya membaca, menyentuh dan membawa Al-Qu'ran. Namun problem ini menjadi tantangan tersendiri dikalangan wanita penghafal Alquran, dimana disatu sisi mereka haram membaca, menyentuh Al-Qu'ran saat haid, di sisi lain meraka punya tanggung jawab besar, menjaga hafalannya (murajaah).

Agama Islam

Naskah Khotbah Multibahasa di 2026, Tengah Dipersiapkan

Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais dan Binsyar) Kementerian Agama akan menerbitkan dan mendiseminasika  buku serta naskah khotbah bertema ekoteologi pada 2026. Materi keagamaan tersebut akan disiapkan dalam berbagai bahasa.

Tanya Jawa Fiqih

Menutup Jalan untuk Hajatan dalam Agama

Biasanya di desa-desa sering terjadi orang yang mempunyai hajat seperti pernikahan, kondangan, ritual keagamaan dan lain sebagainya. Dalam rangka itu, mereka memasang tenda atau terop di jalan umum dan menutup akses jalan, bahkan terkadang sekalian panggungnya.

Desa Sarangan Kanor

Peringatan Isra' Mi'raj dan Rutinan Ngaji Selapanan di Masjid Desa Sarangan

Jum'at (16/1/2026) malam, ratusan warga memenuhi Masjid At-Taqwa Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Mereka bersama-sama menghadiri Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dirangkai Ngaji Selapanan bersama Kiai Toha Abrori, dari Mayangkawis, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro.

Indonesia - Rusia

Saat Pangsit Menjadi Penentu Nasib dalam Tradisi Rusia

Tradisi Vareniki s Syurprizom atau pangsit dengan kejutan merupakan praktik kuliner simbolis yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Rusia, khususnya di wilayah selatan seperti Rostov, Krasnodar, dan Kuban. Dalam tradisi ini, sejumlah benda kecil diselipkan ke dalam pangsit vareniki, masing-masing membawa makna ramalan atau harapan bagi siapa pun yang menemukannya.

Guru Tahfiz Al-Qur'an

Ada Kebutuhan Mendesak Guru Tahfiz Al-Qur'an Perempuan

Menag Nasaruddin Umar mengatakan bahwa saat ini terdapat kebutuhan yang besar dari pesantren-pesantren di seluruh Indonesia terhadap guru tahfidz perempuan untuk membimbing santriwati. Hal ini disampaikan Menag saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-15 Jam'iyyah Hafidzotil Qur'an (JHQ) di Kendal.