Salat Idul Adha di Islamic Center, Bupati Serahkan 3 Ekor Sapi Kurban
Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah beserta suami melaksanakan Salat Idul Adha 1443 Hijriyah di Masjid Baiturrohman, lingkungan Islamic Centre Bojonegoro, Minggu (10/07/202).
Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah beserta suami melaksanakan Salat Idul Adha 1443 Hijriyah di Masjid Baiturrohman, lingkungan Islamic Centre Bojonegoro, Minggu (10/07/202).
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan bahwa Idul Adha jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022. Hal ini berdasarkan hasil sidang isbat awal Dzulhijah 1443 Hijriah.
Bulan Dzulhijjah adalah bulan mulia, bulan pelaksanaan ibadah haji serta perayaan Iduladha. Banyak amalan-amalan yang bisa umat Muslim lakukan untuk memperoleh keutamaan bulan penuh berkah ini.
Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Bojonegoro. Telah menetapkan 10 Dzulhijah 1443 Hijriah atau hari raya Idul Adha jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Sebagaimana diketahui, momen hari raya Idul Adha diperingati umat Islam dengan menyembelih hewan kurban.
Penentuan Bulan Dzulhijjah 1443 H tahun 2022 M, yang biasanya dilakukan oleh Badan Hisab dan Rukyat di Kabupaten Bojonegoro, pada Rabu (29/6/2022) sore ini tidak diagendakan seperti biasa.
Ribuan masyarakat yang ada di area Bojonegoro dan kota sekitarnya tumpah ruah memadati acara Bojonegoro Bersholawat, di Alun-Alun Bojonegoro, Senin (27/6/2022).
Ribuan Syekher Mania dari berbagai daerah telah memadati Alun-alun Bojonegoro, untuk mengahadiri Bojonegoro Bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, Senin (27/6/2022).
Petugas Sub 3 Jemaah Haji membuka posko kesehatan bagi para Jemaah Haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 3 Bojonegoro. Posko kesehatan ini dibuka oleh Petugas Sub 3 di hotel.
Total 446 jamaah Haji kloter 3 asal Kabupaten Bojonegoro dipastikan sehat di Arab Saudi. Hal itu diwujudkan dengan upaya pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara rutin oleh petugas.
Hasil penelitian para ahli tahun 1985 yang dilakukan dengan penginderaan jarak jauh menghasilkan kesimpulan bahwa Ibukota Majapahit dibangun dengan sistem jaringan air yang saling berhubungan.