Sempat Naik, Debit Air Bengawan Solo Kembali Turun
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro kemarin membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Namun tak berselang beberapa lama TMA mengalami penurunan kembali.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro kemarin membuat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro naik. Namun tak berselang beberapa lama TMA mengalami penurunan kembali.
Setelah sempat mengalami siaga beberapa hari akhirnya kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di Bojonegoro mengalami penurunan.
Selama satu jam lebih ratusan anggota Jamiyah Maulidul Habsy Simtudduror maraton bersalawat, Sabtu (2/12/2017) malam. Acara berlangsung di Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.
Sore ini, Jumat (1/12/2017) sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo pada papan duga yang ada Kota Bojonegoro mengalami penurunan. Namun kodisi tersebut masih siaga hijau/satu.
Salah satu warga Dusun Bareng, Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Jono dilaporkan hilang di Bengawan Solo sejak Kamis (30/11/2017) sekitar pukul 07.00 WIB.
Tinggi permukaan air Bengawan Solo di Bojonegoro, mulai turun walau statusnya masih siaga I, yakni 13,30 pheilschall. Debit air melambat hingga dalam tiga jam hanya turun satu sentimer.
Di sekitar wilayah Kota Bojonegoro, ketinggian air Bengawan Solo masih menunjukkan tren naik dari waktu sebelumnya. Tepatnya siaga 1 atau hijau dengan tinggi muka air pukul 21.00 WIB mencapai 13.37 phielscall, Kamis (30/11/2017).
Jajaran manajemen Hotel Aston Bojonegoro, menggelar media gathering bersama para wartawan media cetak, online serta para penyiar radio swasta yang ada di Bojonegoro, Kamis, (29/11/2017) di Ruang Lendika Lounge Hotel Aston, Jalan MH. Tamrin Bojonegoro siang.
Kenaikan TMA Bengawan Solo disebabkan tingginya curah hujan beberapa hari terakhir baik di hulu maupun lokal Bojonegoro. Sehingga, Kamis (30/11/2017). pada pukul 12.00 WIB papan duga Karangnongko menunjukkan skala 27.12 pheilschaal. Sedangkan di TBS Kota Bojonegoro menunjukkan skala 13.09 Pheilschaal artinya siaga sijau atau Siaga 1.
Dengan semakin naiknya debit air Bengawan Solo, menjadikan petani di bantaran sungai di Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro, khususnya Desa Canga'an, Desa Kabalan dan Desa Piyak menjadi was-was.