Jurug Siaga Merah, Warga Bantaran Bengawan Diminta Waspada
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengimbau masyarakat di bantaran Bengawan Solo waspada kiriman air dari wilayah Jurug yang berimbas dengan ketinggian air di Bojonegoro.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mengimbau masyarakat di bantaran Bengawan Solo waspada kiriman air dari wilayah Jurug yang berimbas dengan ketinggian air di Bojonegoro.
Belakangan ini, tinggi muka air di Bengawan Solo menunjukkan tren fluktuatif. Walaupun sekarang di bawah siaga, namun hujan lebat disertai angin kencang bisa membuat air kembali naik. Hal itu membuat petani yang ada di bantaran ketar-ketir.
Status Bengawan Solo dinyatakan siaga satu. Debit air sungai yang membelah wilayah Bojonegoro itu terus mengalami kenaikan. Hingga pukul 06.00 WIB debit air berada di kisaran 13.50 pheilschaal di atas permukaan air laut.
Selain waspada petir dan angin kencang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat juga memprediksi bakal terjadi banjir di beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur.
Badan Penanggulangana Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro selama tahun 2016, Sebanyak tiga kali banjir Bengawan Solo menggenangi wilayah Bojonegoro.