FPBS IKIP Gelar Media Pembelajaran Berjuara 2018
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) yang terdiri dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menggelar pameran media pembelajaran berjuara.
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) yang terdiri dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menggelar pameran media pembelajaran berjuara.
Upaya meningkatkan kapasitas guru dalam pembelajaran di bidang akademik jurusan, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Bojonegoro mengadakan workshop selama tiga hari bagi guru sekolah setempat. Hadir saat pembukaan Kasi Kesiswaan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro, Kusnadi.
Bila melihat tren saat ini kecenderungan masyarakat kota-kota besar di Indonesia untuk berbelanja kebutuhan hidupnya mulai berubah dari yang konvensional beralih menjadi jual beli online (retail online).
Mata anak-anak tak bisa lepas dari layar di depan mereka. Proyeksi di layar menampilkan bagaimana proses pencarian sampai pengambilan minyak mentah dari dalam tanah. Kegiatan ini merupakan serangkaian program ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang bekerja sama dengan yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) bertajuk belajar energi migas di SMP Negeri 1 Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (19/10/2017).
Melihat anak malas belajar seakan membuat miris kita sebagai orang tua. Pengorbanan yang dilakukan berwujud meteriil seakan tidak ada artinya untuk membuat mereka keranjingan belajar. Belum lagi, setelah terpenuhinya fasilitas teknologi berupa gadget, juga tidak serta merta menumbuhkan kemauan belajar. Yang jamak justru, mereka terlelap dalam buaian teknologi sehingga aktifitas belajar ‘seakan-akan tidak perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh’.
Dunia pendidikan adalah sarana yang tepat untuk mencetak sebuah generasi muda bangsa yang memiliki keunggulan SDM, daya juang serta militansi dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI.
Setelah peristiwa cepat yang terjadi di Sumodikaran, yakni 100 pasukan gerilya belum berhasil melumpuhkan 5 serdadu yang melintas, pada bulan Mei 1949, seksi Dihar dan Supandi mengadakan pertemuan di Wedi.
Kepala Desa Prambonwetan, Suratni, gugur ketika memimpin penghadangan pasukan Belanda di wilayah utara Rengel pada 17 Juli 1949. Selama Agresi Militer Belanda ke II di Tuban, Prambonwetan merupakan daerah penting yang selalu ramai lalu lintas pasukan gerilya.
Masih pada bulan April 1949, sekitar pukul 07.00 WIB, seksi Dihar, seksi Supandi dan Seksi Noorcahyo dengan total kekuatan 100 orang masing-masing bersenjata, berkumpul di tengah tegalan di Desa Sumodikaran, Kecamatan Dande, tepatnya di sebelah barat jalan besar.
Akibat hujan yang turun malam hari, bom yang dipasang oleh pasukan gerilya sempat ngowos alias telat meledak. Sehingga, para serdadu belanda yang ada di gardu sempat melarikan diri dan mencari perlindungan sebelum bom itu memporakporandakan gardu.