UN Paket B dan C Diwacanakan Berbasis Komputer Tahun Depan
Ujian Nasional untuk peserta didik pada Kesetaraan Paket B dan C diwacanakan akan berbasis komputer.
Ujian Nasional untuk peserta didik pada Kesetaraan Paket B dan C diwacanakan akan berbasis komputer.
Beberapa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di Kecamatan Dander, mulai mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional mendatang yang semuanya harus berbasis komputer.
Pada Ujian Nasional (UN) mendatang, seluruh Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) dipastikan sudah 100 persen mekalsanakan UN Berbasis Komputer (UNBK). Oleh karenanya tenaga teknisi dan proktor tiap madrasah terus dilatih, agar pelaksanaan UNBK tahun mendatang dapat berjalan maksimal.
Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun depan diinstruksikan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), baik itu sekolah negeri maupun swasta. Hal itu untuk menerapkan pendidikan berkarakter yaitu jujur.
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) gelombang ke II paket kesetaraan B dan C yang dilaksanakan di dua tempat yakni SMPN 1 Margomulyo dan SMKN Purwosari beberapa hari lalu, kini hanya menunggu pengumaman kelulusan.
Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Paket Kesetaraan B dan C yang dilaksanakan selama tiga hari di dua lembaga sekolah yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Margomulyo dan SMKN Purwosari berjalan lancar.
Ujian Nasional Kesetaraan paket B dan C gelombang ke dua tahun 2017 dilaksanakan hari ini, Jumat (13/10 2017) di dua tempat, yakni Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Margomulyo dan di Sekolah Menengah Kejuaraan Negeri (SMKN) Purwosari.
Ujian Nasional tahap ke-II kesetaraan paket B dan C akan dilaksanakan selama 3 hari, tanggal 13 hingga 15 Oktober 2017 mendatang, dan diikuti sebanyak 68 peserta.
Meski mempunyai keterbatasan, tak menyurutkan hati siswa dari Bojonegoro untuk mengukir prestasi pada Ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) khusus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Setelah banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) memasuki masa purna maupun yang sudah purna tugas (pensiun) pada tahun ini di Kabupaten Bojonegoro. Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Rahmat mengatakan, masih belum bisa memastikan untuk kekurangan PNS maupun perekrutan untuk Kota Ledre.