Festival Bengawan 2018
Sarasehan Bareng Dua Pakar, ini yang Dibahas...
Setelah dibuka dengan penampilan tradisional gamelan Lesung, Festival Bengawan 2018 dilanjut dengan Sarasehan Budaya dan Lingkungan.
Setelah dibuka dengan penampilan tradisional gamelan Lesung, Festival Bengawan 2018 dilanjut dengan Sarasehan Budaya dan Lingkungan.
Bercocok tanam merupakan rutinitas warga desa yang menggantungkan hidupnya dengan bertani, tak terkecuali di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro.
Pasca masa tanam, banyak kegiatan adat yang dilakukan oleh petani di berbagai daerah, salah satunya adat yang masih dijaga oleh para petani di Desa Mojoranu Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini.
Berbagai kalangan hadir pada kegiatan Festival Geopark Bojonegoro termasuk mengundang duta wisatawan dari sejumlah kota seperti Bogor, Bandung, Bali, Ponorogo, Madiun, Sleman, Bantul, dan Yogyakarta.
Setiap akan pertunjukan, sang pengisi acara pasti melakukan pemantapan materi terlebih dahulu sebagai cara agar suguhan penampilan bisa maksimal.
Festival Pusaka Nasional (FPN) selain untuk memamerkan aneka pusaka, juga sebagai pusat edukasi bagi para siswa dalam mengenalkan warisan budaya yang dipunyai oleh masing-masing daerah yang ada di Indonesia, terkhususnya budaya pusaka keris.
Festival Pusaka Nusantara (FPN) 2018 menarik banyak pengunjung dari semua kalangan seni kebudayaan. Pasalnya dalam FPN 2018 yang digelar di Bojonegoro ini bertujuan untuk mengenalkan kembali budaya asli bagi kalangan masyarakat Bojonegoro sekaligus serta memahami beberapa seni dalam benda pusaka terutama pusaka keris.
Festival Pusaka Nusantara tahun 2018 ini, yang bertempat di Pendopo Kabupaten Bojonegoro resmi dibuka oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah, Jumat (16/11/2018).
Bupati Bojonegoro, Dr Hj. Anna Muawannah membuka secara resmi festival Pusaka Nusantara 2018 di Pendopo Malowopati Kabupaten Bojonegoro, Jum at (16/11/2018).
Salah satu koleksi museum Rajekwesi, Prasasti Adan-adan tengah diteliti ulang di museum Empu Tantular Kabupaten Mojokerto, guna memperbaiki tulisan yang dirasa ada yang kurang pada duplikat prasasti tersebut.