PATRA DAYA
EMCL Apresiasi 5 NGO Mitra Program
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memberikan apresiasi kepada 5 Non Government Organization (NGO) mitra dalam Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (PATRA DAYA), Senin (10/7/2017).
ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) memberikan apresiasi kepada 5 Non Government Organization (NGO) mitra dalam Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (PATRA DAYA), Senin (10/7/2017).
Keputusan yang dilontarkan oleh menteri pendidikan dan kebudayaan baru Prof. Dr. Muhadjir Effendy tentang Full Day School (FDS) menuai kontroversi dan membuat gaduh di masyarakat. Nantinya kalau gagasan ini diterapkan, selama seharian penuh, siswa akan berada di bangku sekolah. Tujuannya menurut menteri Muhajir Effendy adalah untuk membentuk karakter siswa. Alasan lain, karena ketika siswa pulang lebih dini, pergaulan siswa tidak terkontrol kedua orang tua sibuk bekerja dan baru pulang sore hari. Akibatnya, siswa bebas keluyuran di luar rumah dan akan melakukan banyak perbuatan negatif tanpa ada pengawasan dari orang tua.
DPRD Kabupaten Bojonegoro meminta rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy tentang perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah atau yang biasa disebut sebagai Full Day School (FDS) dikaji ulang. Pasalnya, penerapan kebijakan tersebut tidak mudah diterapkan di semua daerah.
Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerapkan perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah atau yang biasa disebut sebagai full day school menuai banyak respon dari publik. Kritik pun mengalir deras dari berbagai kalangan, termasuk di dunia maya, meski akhirnya Muhadjir membuka kemungkinan akan menarik gagasan tersebut karena pihak banyak yang keberatan.
Sepi. Padahal jam telah menunjukkan pukul 17.15 WIB. Waktu berbuka kurang 10-an menit. Biasanya, saat pukul 17.00 surau atau musala di tepi bengawan itu selalu telah ramai orang untuk sekadar membincang keagamaan. Terutama soal fiqih-fiqih ringan. Tetapi kenapa sekarang sepi?
Suasana penutupan Sepekan Seni Sayap Jendela "Anjerbabag Awe-Awe" pada Jumat (19/5/2017) malam benar-benar meriah. Ratusan masyarakat di Kota Bojonegoro memadati halaman dan jalan menuju Sanggar Sayap Jendela di Jalan Kapten Ramli, Kelurahan Ledok Kulon, Kota Bojonegoro.
Peringatan May Day (hari buruh internasional) yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia, bahkan Internasional, membuat jajaran Polri melaksanakan Siaga Satu untuk mengantisipasi adanya Unras (unjuk rasa) dalam rangka memperingati Hari Buruh.
alam rangka kesiapan pengamanan kegiatan hari buruh internasional (May day) 2017 yang diperingati tiap 1 Mei, Polres Bojonegoro melaksanakan apel gelar pasukan yang diikuti oleh TNI, Dishub dan Satpol PP Kabupaten Bojonegoro di halaman depan Polres Bojonegoro, Sabtu (29/4/2017) tadi.
Operator minyak dan gas bumi Lapangan Banyuurip, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama kepala desa, Puskesmas Gayam, dan Pemerintah Kecamatan Gayam melakukan monitoring bersama program jamban sehat. Monitoring dilakukan di lima desa di kecamatan setempat pada Kamis (20/4/2017) antara lain Desa Cengungklung, Manukan, Sudu, Beged, dan Desa Ngraho.
Setiap tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan. Zaman ketika budaya feodalisme dan patriaki masih dijunjung tinggi di bumi Nusantara. Zaman ketika perempuan harus menanggung “double colonisation” (Kirsten Holst Petersen & Anna Rutherford, Beginning Postcolonialism, 2008). Penjajahan dari bangsa asing dan penjajahan dari bangsa sendiri yakni budaya patriaki.