40,6 Persen Wilayah di Bojonegoro Milik Perhutani
Luas wilayah di Kabupaten Bojonegoro adalah 230.000 hektare. Seluas 86.000 hektare di antaranya atau sebesar 40,6 persen adalah lahan milik Perhutani.
Luas wilayah di Kabupaten Bojonegoro adalah 230.000 hektare. Seluas 86.000 hektare di antaranya atau sebesar 40,6 persen adalah lahan milik Perhutani.
Hutan di Dusun Alaskemangi Desa/Kecamatan Dander mendadak ramai pada Selasa, (31/10/2017) siang. Sebab di hutan turut jalan Dander - Bubulan kedatangan Ketua Majlis Ulama Indonesi (MUI) KH. Ma'ruf Amin.
ecelakaan terjadi di pertengahan Jembatan Glendeng, jalur penghubung antara Kabupaten Tuban dan Bojonegoro hingga menyebabkan 2 korban pengendara motor anak dan ibu luka parah di bagian kepala, Minggu (15/10/2017).
Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, yang biasa dikenal dengan Wisata Edukasi Gerabah (WEG), kedepan akan menambah wisata air. Hal itu otomatis akan meningkatkan pendapatan perekonomian masyarakat desa setempat. Adapun rencana pengembangan wisata itu akan dimulai dalam waktu dekat ini dengan menggandeng investor.
Kegiatan operasi pengeboran Sumur SGT-01 dari KSO Trembul kembali berjalan pasca insiden penembakan yang terjadi pada hari Selasa (10/10) di Dukuh Canggah, Desa Trembul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora.
Dengan adanya peletakan batu pertama Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dioperatori PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), Pemkab Bojonegoro turut menyambut dengan sukacita. Sebab, Kabupaten Bojonegoro juga berkepentingan dengan mulainya proyek nasional tersebut.
Untuk mempercepat perjalanan ke Kabupaten Bojonegoro, tepatnya menuju Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, Senin (25/9/2017) rencananya akan menggunakan alat transportasi udara Chopper.
Sempat dikabarkan peletakan batu pertama proyek Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, akan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya diganti sekelas menteri.
Program pengenalan hukum sejak dini, khususnya dalam memahami pengertian dan dasar-dasar mengapa kita harus patuh terhadap aturan hukum? untuk anak-anak usia dini dan tertib berlalu lintas serta pengetahuan tentang rambu-rambu lalu lintas (lalin), dilatarbelakangi dengan adanya kebiasaan buruk di jalan raya yang terkadang melibatkan anak-anak usia dini di lingkungan sekitar.
Ketika masih mengenyam bangku pendidikan di Uneversitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Naf'an Sholihin dikenal sebagai sosok pemuda yang jarang sekali mengeluh kepada kedua orang tuanya, yaitu Subandi (56) dan Srimaningsih (44).