Skip to main content

Category : Tag: Desa


Dapat Laporan Timbunan Sampah, DLH Bojonegoro Turun Lapangan

Timbunan sampah yang ada di jalanan turut Desa Semanding-Sambiroto, makin menumpuk dari hari ke hari. Aneka sampah, mulai dari plastik, popok, sisa makan, kulit kelapa, hingga dedaunan tampak merusak pemandangan di sebelah barat bangunan Jembatan Pemuda-Semanding 2, Selasa (10/10/2023

Produksi Peci, UMKM Andalan Desa Tegalkodo

Tak banyak yang tahu selain Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur terkenal sebagai kota penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas) , ternyata salah satu warganya ada yang menekuni bisnis produksi kopiyah atau peci.

Sejarah Desa di Bojonegoro

Asal Usul Desa Glagahan, Pelarian Prajurit Kerajaan Mataram Sekitar Tahun 1700

Pada zaman dahulu kala setelah Kerajaan Mataram mengalami perpecahan karena adanya sebuah pemberontakan yang yang didukung oleh pihak penjajahan Belanda ( VOC) sekitar tahun 1700 an, seluruh laskar atau prajurit kerajaan Mataram yang masih setia pada Raja Mataram saat itu tidak menghendaki bersekutu dengan penjajahan Belanda ( VOC), melarikan diri mencari perlindungan di setiap pelosok-pelosok kampung.

Cerita Desa Sitiaji, Jadi Gelap saat Ada Belanda

Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur terdiri dari 28 kecamatan, 11 kelurahan, dan 419 desa. Dari ratusan desa itu memiliki nama yang unik, dan masing-masing punya cerita menarik yang sudah turun temurun diceritakan dari generasi ke generasi.

Cerita Desa Trate Diambil dari Nama Bunga

Konon zaman dahulu pedukuhan ini terdapat hutan belantara semasa kerajaan, hingga kemudian datang penjajahan Kolonial Belanda masih ditemukan hutan tersebut, akan tetapi banyak sekali bunga teratai di setiap sudut pedukuhan.

Desa Trate Dinamai Demikian Berkat Keberlimpahan Bunga Terate

Pada zaman dahulu, di pedukuhan ini terhampar hutan belantara semasa kejayaan kerajaan. Meskipun penjajahan Belanda masih meninggalkan jejak di hutan tersebut, keunikan Desa Trate, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, terletak pada keberlimpahan bunga terate yang menjulang di setiap sudut pedukuhan

Sejarah Desa di Bojonegoro

Perampok dan Brandal yang Mengacaukan Warga, 3 Desa Kecil jadi Bumirejo

Menurut legenda bahwa nama Bumirejo diambil dari Istilah bahasa Jawa, bahwa Bumi yang berarti sebuah tanah atau tempat tinggal bagi masyarakat, sedangkan Rejo diartikan tempat keramaian, sehingga bisa disimpulkan sejak dahulu kala memang Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro telah digunakan sebagai muara perdagangan atau bisa dikatakan jalur perdagangan.

Sejarah Desa di Bojonegoro

Pemimpin Desa Bumirejo Dari Masa 1873

Dari waktu ke waktu, suatu periodesasi selalu berganti pejabat serta kebijakan, para pemerintah baik itu tingkat pusat, tingkat provinsi, tingkat kabupaten atau kota sampai tingkat desa. Meskipun ada yang lima tahun semisal dari presiden sampai bupati dan walikota, akan tetapi untuk Pemerintahan Desa memiliki masa jabatan satu periode itu selama 6 tahun oleh karena itu setiap desa pasti ganti dari jaman penjajahan hingga kini di masa orde reformasi, begitupula dengan Kepala Desa Bumirejo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro selalu berganti dari masa ke masa.

Suksesnya MSD 2023 Jadi Bentuk Suport Warga ke Desa 

Banyak cara dalam membangun hubungan masyarakat kepada pemerintahan supaya bersinergi membangun desa. Satu diantaranya ialah menggali antuasias warga untuk bersatu, memeriahkan kegiatan maupun program desa.