Waspada Bencana di Bojonegoro
Bengawan Solo Siaga Hijau, Tren Naik Cepat
Hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai Bengawan Solo membuat air terus naik, terutama di sekitaran Kota Bojonegoro.
Hujan yang mengguyur wilayah hulu sungai Bengawan Solo membuat air terus naik, terutama di sekitaran Kota Bojonegoro.
Masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pengunjung tampak mendatangi Taman Galeri Bengawan. Kamis (25/12/2025) kemarin banyak wisatawan menyaksikan hiburan barongsai di galeri yang berada di Desa Padang, Kecamatan Trucuk.
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menyiapkan beragai hiburan bagi masyarakat. Salah satunya di Taman Galeri Bengawan. Pada Kamis kemarin banyak pengunjung untuk menyaksikan hiburan barongsai di galeri yang berada di Desa Padang, Kecamatan Trucuk. Pengunjung tak hanya terhibuir, tapi juga belajar sejarah peradaban Bengawan Solo diantaranya lewat perahu kayu kuno.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menyiapkan rangkaian acara dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru. Gelaran tersebut akan berlangsung pada 25, 27, 28, dan 31 Desember 2025 di berbagai titik wisata serta beberapa kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro merilis peta rawan bencana terbaru. Pada peta terbarunya, hampir tiap kecamatan di Kabupaten Bojonegoro memiliki potensi bencana yang berbeda-beda.
Intensitas hujan di wilayah Kabupaten Bojonegoro semakin sering terjadi belakangan ini. Bahkan, curahnya cukup besar dibanding sebelumnya.
Dua proyek strategis Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro terancam gagal terealisasi pada tahun anggaran 2025. Padahal, kedua proyek tersebut, telah dianggarkan masing-masing senilai Rp7,5 miliar, dengan total Rp15 Miliar.
Sampai saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro terus memantau perkembangan kualitas air Bengawan Solo yang diduga sempat tercemar.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro terus memantau perkembangan kualitas air Bengawan Solo yang diduga sempat tercemar. Kini, DLH masih menunggu hasil uji lab yang baru keluar pada 8 Oktober 2025 mendatang.
Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak untuk mengetahui penyebab perubahan warna air Bengawan Solo. Bahkan, tim ke lokasi Bengawan Solo mengambil sampel air untuk dilakukan pengujian laboratorium terakreditasi di Kota Surabaya.