Mandi di Bengawan, Warga Baureno Tenggelam
Nasib naas menimpa Kastur bin Katimen (53), warga Dusun Krandon, Desa Kadungrejo RT 07, RW 03 Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di sungai Bengawan Solo, Senin (9/4/2018) kemarin.
Nasib naas menimpa Kastur bin Katimen (53), warga Dusun Krandon, Desa Kadungrejo RT 07, RW 03 Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro yang tenggelam di sungai Bengawan Solo, Senin (9/4/2018) kemarin.
Kesadaran masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai masih minim. Hal itu membuat sungai bengawan solo tercemar limbah, sehingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro akan menguji kualitas air yang di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
Seorang wanita tercebur beserta kendaraannya saat hendak pulang di tempat penyeberangan perahu, tepatnya di Tambangan Pengkol, Kelurahan Ledokkulon, Kota Bojonegoro. Diduga wanita tersebut terjatuh karena sedang melamun, Selasa, (27/3/2018).
Pasca banjir dari luapan sungai bengawan solo yang merendam rumah warga di Desa Ngablak dan Ngulanan Kecamatan Dander, pagi ini warga sibuk membersihkan sisa lumpur yang mengendap di lingkungan mereka.
Akibat meluapnya sungai bengawan solo di Kabupaten Bojonegoro membuat aktivitas warga mulai terganggu. Bahkan banyak rumah warga di beberapa kecamatan yang ada di Kota Ledre terendam.
Musibah banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Bengawan Solo, menggenangi rumah warga di Kelurahan Ledok Wetan Kota Bojonegoro, Selasa (13/3/2018). Sejak pukul 10.00 WIB warga sudah mulai mengungsikan barang-barang berharga dan juga kendaraan mereka.
PJ Bupati Bojonegoro, Suprianto, yang baru dilantik tadi pagi, Selasa (13/3/2018), langsung disambut dengan luapan sungai bengawan solo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro memprediksi, banjir yang melanda Kota Ledre, Selasa (13/3/2018) bakal berada di siaga 3 atau siaga merah. Bahkan bisa dikatakan lebih besar dari banjir pada bulan Februari kemarin.
Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro saat ini, Selasa (13/3/2018) siang, terus mengalami kenaikan. Bahkan, pada pukul 14.00 Wib TMA di Bojonegoro mencapai 14.48 pheilschaal atau mendekati siaga merah (15.00).