Air Bengawan Kembali Dekati Siaga 1
Ketinggian muka air Bengawan Solo belakangan ini menunjukkan tren signifikan. Walaupun begitu, Minggu (2/4/2017) kondisi air masih di bawah siaga hijau (Siaga 1) untuk wilayah Kota Bojonegoro dan sekitarnya.
Ketinggian muka air Bengawan Solo belakangan ini menunjukkan tren signifikan. Walaupun begitu, Minggu (2/4/2017) kondisi air masih di bawah siaga hijau (Siaga 1) untuk wilayah Kota Bojonegoro dan sekitarnya.
Belakangan ini, situasi bantaran Bengawan Solo di Kecamatan Kanor, Bojonegoro, mulai memanas. Penyebab utamanya karena puluhan perahu penambang pasir di bengawan mengambil material di wilayah Kecamatan Kanor. Bahkan, pagi tadi kondisi menghangat di Desa/Kecamatan Kanor, Kamis (30/3/2017).
Seperti diketahui sebelumnya, ada tujuh titik di tanggul Sungai Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Kanor, Bojonegoro yang kondisinya rawan longsor. Tujuh titik itu berada di bantaran Sungai Bengawan Solo maupun anak sungai.
Sebagai wakil rakyat yang duduk di DPR RI, Kuswiyanto terus mendengarkan aspirasi masyarakat Bojonegoro-Tuban. Sehingga dalam rapat forum Kepala Desa se-Kecamatan Balen di Balai Desa Mulyoagung, Selasa (7/3/2017), anggota Komisi VIII itu menyempatkan waktu menghadiri pertemuan tersebut.
Warga Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (5/3/2017) digegerkan dengan penemuan mayat di Bengawan Solo. Mayat tanpa identitas itu langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Bojonegoro.
Setelah statusnya turun menjadi siaga hijau pada Sabtu (4/3/2017) dini hari, elevasi Tinggi Muka Air (TMA) Bengawan Solo di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) Bojonegoro pagi ini menunjukkan 13.58 pukul 08.00 WIB.
Kondisi tinggi muka air (TMA) Bengawan Solo sampai pukul 23.00 WIB, Jumat (3/3/2017) malam masih berada di Siaga Kuning atau Siaga II. Sebab, ketinggian air di papan duga Taman Bengawan Solo masih di atas, 14.00 peilschaal atau tepatnya 14.06 peilschaal.
Selain di Desa Pinggiran, ada enam titik rawan longsor lagi di wilayah Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Hal itu disebabkan karena debit air Bengawan Solo tinggi serta musim penghujan yang masih menyelimuti Kabupaten Bojonegoro.
Ribuan rumah di bantaran Sungai Bengawan Solo terancam terdendam banjir. Ketinggian air yang semakin meninggi membuat warga mulai menyelamatkan barang berharganya.
Debit Bengawan Solo di Bojonegoro kembali menunjukkan status siaga banjir. Sejak pukul 24.00 tinggi muka air sudah menyentuh 13.00 pheilschall atau Siaga Hijau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro meminta masyarakat waspada seiring banjir hulu Ngawi dan Solo, Jawa Tengah.