Haji 2018
Dua Kloter Jemaah Haji Dilepas Pj Bupati Bojonegoro
Setelah dirasa siap, ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) Bojonegoro diberangkatkan langsung menuju ke asrama haji Surabaya. Pelepasan itu terbagi mejadi dua kloter yakni kloter 39 dan 40.
Setelah dirasa siap, ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) Bojonegoro diberangkatkan langsung menuju ke asrama haji Surabaya. Pelepasan itu terbagi mejadi dua kloter yakni kloter 39 dan 40.
Ada hal unik saat para Calon Jemaah Haji (CJH) berkumpul di titik pemberangkatan sekitar Alun-Alun Bojonegoro. Sepasang suami istri CJH terlihat menaiki becak untuk menghindari kemacetan.
Tas atau koper jemaah haji dipastikan tidak akan mudah tertukar dengan koper jemaah lain. Karena masing-masing koper sudah diberi tanda warna berdasarkan rombongan masing-masing.
Siapa sangka seorang tukang sapu jalan atau biasa disebut sebagai pasukan kuning dan juga marbot masjid dapat melaksanakan ibadah Haji di tanah Suci Mekkah. Pasangan suami istri ini tinggal di Desa Sembung, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro tinggal menghitung hari, namun ada satu jamaah yang tergabung pada kloter 41 dipastikan gagal berangkat dikarenakan jamaah tersebut telah meninggal dunia pada Selasa (17/7/2018) atas nama Sajat yang berasal dari Desa Tlogoagung, Kecamatan Kedungadem.
Calon Jemaah Haji (CJH) Bojonegoro diminta mematuhi ketentuan terkait barang bawaan yang hendak dibawa ke tanah suci. Pasalnya, saat memasuki bandara, nantinya akan ada petugas yang memeriksa koper-koper jemaah untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang dibawa.
Meski keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tinggal beberapa hari lagi, akan tetapi undangan jadwal keberangkatan khusus hingga kini belu dibagikan
Untuk menyeterilkan jalur yang akan dilalui tamu Allah menuju Surabaya sebelum terbang ke tanah suci Makah, dan juga untuk mengatur lalulintas di sekitar alun-alun juga pendopo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meminta bantuan personil gabungan baik dari Polres, Kodim, Dishub dan Satpol PP.
Guna menjaga keamanan dan kelancaran saat keberangkatan haji pada 29 Juli 2018, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan mensterilkan jalur bus yang akan dilewati rombongan haji agar tidak terjadi kemacetan di satu titik.
Seluruh Kelompok Terbang (Kloter) jamaah haji asal Bojonegoro saat tiba di tanah suci akan mendarat bandara Jeddah King Abdul Aziz, Madinah. Kedatangan CJH asal Bojonegoro merupakan kloter pertama gelombang ke dua yang mendarat di bandara tersebut.