Skip to main content

Category : Tag: Haji


Haji 2018

7 CJH Bojonegoro Berangkat dengan Kloter Luar Kota

Ada 7 calon jemaah haji (CJH) dari Kabupaten Bojonegoro, akan bergabung pemberangkatanya dengan jamaah haji lain. Pasalnya 7 jemaah tersebut tidak mendapatkan pembagian kloter, jadi keberangkatannya gabung dengan kloter lain dari luar Bojonegoro.

1.095 CJH Sudah Lakukan Pelunasan Tahap Pertama 

Baru 1.095 Calon Jemaah Haji (CJH) yang telah melunasi biaya pelunasan haji, pada tahap pertama, padahal Total CJH Bojonegoro yang telah terdaftar untuk pelunasan CJH haji tahap pertama ini ada 1.247 CJH. 

Biaya Haji Tahun 2018 Ditetapkan Rp.36 Juta

Biaya ibadah haji untuk Kabupaten Bojonegoro sudah ditetapkan sebesar Rp36 juta (Rp36.091.845). Biaya tersebut berdasarkan keputusan presiden (Keppres) tertanggal 10 April 2018 dengan Nomor 07, yang diterima oleh masing masing Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten/Kota.

Biaya CJH Tahun ini Ada Kenaikan

Biaya Calon Jamaah Haji (CJH) Bojonegoro dipastikan akan mengalami kenaikan. Adapun Besaran Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) reguler sudah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp.35.235.290. Meski begitu biaya masing-masing embarkasi haji akan ditetapkan lebih lanjut dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia.

Tahun ini, Kemenag Usulkan 3 Pembagunan Gedung Baru

Pada tahun 2018 ini Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro mengusulkan ke Kementrian Pusat, pembangunan 3 gedung baru untuk balai nikah dan manasik haji. Meski begitu dari 3 usulan tersebut hanya satu usulan yang diterima oleh Kementrian Pusat yakni pembangunan gedung baru yang akan dilaksanakan pembangunannya di wilayah Kecamatan Kasiman.

Kemenag Belum Pastikan Adanya Kenaikan ONH 2018

Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, belum bisa memastikan ada kenaikan Ongkos Naik Haji (ONH) bagi Calon Jamaah Haji (CJH) pada tahun 2018 ini. Kemenag masih menunggu pengumuman terkait ada tidaknya kenaikan biaya tersebut.

Kemenag: Haji 2018 Didominasi PNS dan Petani

Keberangkatan Calon Jemaah haji (CJH) Bojonegoro pada tahun 2018 tidak hanya didominasi masyarakat yang berprofesi sebagai petani, namun juga banyak pula jemaah yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).