Luas Panen Bawang Merah di Bojonegoro 2.867 Hektare
Bawang merah mengalami kenaikan yang cukup signitifikan sejak sepekan ini. Padahal, hasil panen bawang merah di Kabupaten Bojonegoro cukup luas, namun belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
Bawang merah mengalami kenaikan yang cukup signitifikan sejak sepekan ini. Padahal, hasil panen bawang merah di Kabupaten Bojonegoro cukup luas, namun belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
Hanis Sagara Putra, pemain asal Kabupaten Bojonegoro mengikuti seleksi tim nasional (Timnas) U-19 selama dua hari, Rabu-Kamis (8-9/3/2017). Dalam seleksi tersebut, pelatih Indra Safri memegang langsung seleksi sebelum dibawa ke Jakarta.
Kesempatan emas terbuka bagi pemain muda asal Kabupaten Bojonegoro, Hanis Sagara Putra untuk bisa masuk Tim Nasional (Timnas) U-19. Pasalnya siswa kelas XII SMA Negeri 3 Bojonegoro itu lolos seleksi yang diselenggarakan Assosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur.
Hujan deras Beberapa minggu terakhir, membuat debit air Waduk Pacal naik. Akibatnya, area pertanian di sekitar waduk yang ada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang tergenang luapan air, Rabu (6/2/2017).
Demi meningkatkan potensi, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIa Bojonegoro akan mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit dari UPT Pelatihan Kerja Kabupaten Bojonegoro.
Tingginya angka pernikahan dini atau pernikahan yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Kecamatan Ngasem membuat Kepala Kecamatan Ngasem gencar melakukan sosialisasi terkait dampak dari pernikahan dini.
Meskipun hasil seleksi Tim Nasional (Timnas) U-19 di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (21/2/2017) yang dilakukan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur masih menunggu pengumunan, namun Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Bojonegoro sudah percaya diri. Bahkan optimis jika Hanis Sagara Putra bisa masuk seleksi tahap nasional.
Hujan deras tadi malam menyebabkan banjir bandang di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang. Sedikitya lima rumah rusak dari 170 rumah yang diterjang banjir bandang.
Bekatul biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk memberi makan hewan ternak seperti ayam, kambing atau sapi. Tapi tidak di tangan siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Bojonegoro Jurusan Teknik Pengolahan Hasil Pertanian (TPHP). Di tangan mereka, bekatul disulap menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis.
Di terminal Rajekwesi Bojonegoro, tampak seorang bapak bertopi yang mengenakan pakaian warna hijau, celana lusuh dan sedikit dilipat serta bersandal japit. Bapak itu sedang menyapu sampah, baik dedaunan, plastik maupun bungkus makanan. Usai terkumpul, sampah-sampah itu dimasukkan ke dalam tempatnya.