Jam Tangan Apa yang Cocok Untuk Warna Kulit Anda?
Jam tangan adalah salah satu aksesoris yang bisa mendukung penampilan seseorang. Namun jika salah memilih, Anda akan terlihat aneh atau kurang menarik.
Jam tangan adalah salah satu aksesoris yang bisa mendukung penampilan seseorang. Namun jika salah memilih, Anda akan terlihat aneh atau kurang menarik.
Ibadulah Baihaki, bocah asal Desa Kauman, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang didiagnosa terkena penyakit tumor radula sub mandi bola, saat ini masih menjalani pengobatan di rumah. Ibad diizinkan ibunya untuk berhenti sekolah satu bulan kedepan.
Agresi Militer ke II yang dilakukan pasukan Belanda di Indonesia, termasuk di Tuban-Bojonegoro, memuat banyak kisah. Berbeda dengan serdadu Belanda yang bertempur dengan persenjataan lengkap, tenaga profesional, dan logistik yang cukup, tentara dan barisan rakyat pejuang justru sebaliknya, bertempur dengan persenjataan yang terbatas.
Sekitar tujuh hari sebelum dilakukan penyerbuan ke Bojonegoro, Belanda telah menyiapkan jembatan darurat di Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, tepi Bengawan Solo. Tempat itu juga yang menjadi kontak senjata dengan pasukan Ronggolawe yang bertugas mempertahankan kota. Terbentang Bengawan Solo dengan lebar sungai masih 80 meter saat itu, antara pasukan Ronggolawe dengan Belanda terjadi baku tembak.
Usai didiagnosa menderita tumor, Ibadulah Baihaki bocah asal Desa Kauman, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro langsung disarankan untuk operasi. Mendapat saran tersebut dari Rumas Sakit Dr Sutomo Surabaya, orang tua korban masih sangat berat hati melakukannya.
Penyakit memang tidak pernah memandang usia. Seperti yang dialami Ibadulah Baihaki bocah asal Desa Kauman, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Siswa tingkat sekolah dasar itu saat ini didiagnosa menderita penyakit tumor. Akibatnya ada benjolan besar di leher yang membuat aktifitasnya terganggu.
Tragedi Kepet dan beberapa pertempuran yang ada di desa-desa di sekitar Semanding, Grabagan, dan juga Jenu, bisa jadi masih melekat di ingatan masyarakat. Tempat itu merupakan titik-titik terjadi pertempuran antara pasukan gerilya dengan pasukan Belanda.
Selama pasukan Belanda menduduki wilayah Tuban dan Bojonegoro, mereka tidak hanya menggempur, tapi juga digempur pasukan-pasukan gerilya.
Sejak mendarat di pantai Glondonggede, Tambakboyo, 18 Desember 1948, pasukan Belanda terus menerus melakukan gempuran dan mengejar pusat kepemerintahan Tuban yang berpindah-pindah tempat.
18 Desember 1948 pukul 20.00 WIB, pasukan marinir Belanda mendarat di Pantai Glondonggede Tuban sambil melepaskan tembakan secara membabi buta.