Pengamanan di JTB, Gandeng TNI dan Polri
Sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) dibutuhkan pengamanan yang ekstra. Baik secara fisik maupun non fisik.
Sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) dibutuhkan pengamanan yang ekstra. Baik secara fisik maupun non fisik.
Pada Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh PT Pertamina EP Cepu, dalam pelaksanaan konstruksi Gas Processing Facility (GPF) diperatori oleh konsorsium Rekind-JGC Indonesia-JGC Corporation (RJJ), saat ini menyerap 3.038 tenaga kerja (Naker).
Moving alat untuk keperluan Proyek Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) masuk pada periode dua, yakni untuk selexol section 1 dengan berat 91 ton panjang 34 meter dan berdiameter 3 meter, dan untuk selexol section 2 berbobot 57 ton panjang 33 meter berdiamter 3 meter.
Alat Jumbo Ke-3 Bobot 57 Ton Siap Meluncur
Moving alat berat untuk keperluan Proyek Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) masih terus berlanjut.
Kantor Lapangan PT Pertamina EP Cepu menerima kunjungan Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Rabu (12/12/2019).
2 Alat Sampai Bojonegoro, Ini Jadwal 4 Alat Jumbo Berikutnya
Mesti tak seheboh kedatangan absorber 2 yang sempat menyita perhatian masyarakat di wilayah Bojonegoro timur, bahkan mulai pagi hingga malam masyarakat berjubel ingin melihat dari dekat alat jumbo untuk proyek gas JTB saat terparkir di jembatan timbang Baureno.
Moving alat berat untuk proyek Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, yang dioperatori oleh Pertamina EP Cepu (PEPC), saat ini masih dalam proses pekerjaan pondasi, structure, steel structure, pipa rack dan piping underground.
Multiaxle truk-1 yang membawa absorber section 2 dengan berat 98 ton akhirnya mendarat dengan selamat di lokasi proyek GPF Jambaran Tiung Biru (JTB). Sedangkan Multiaxle truk-2 yang membawa absorber section 3 saat ini di rest area jembatan timbang Baureno.