Tiap Bulan Proyek J-TB Butuh Tenaga Kerja, Ini Rinciannya
Proyek lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang terletak di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, setiap bulan membutuhkan tenaga kerja.
Proyek lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) yang terletak di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro, setiap bulan membutuhkan tenaga kerja.
Pertemuan membahas terkait rencana pengembangan proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) berlangsung sedikit panas, bahkan dalam pertemuan itu sempat diwarnai aksi Walk Out oleh Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional (Gapeknas).
Ada yang menarik pada sosilisasi Proyek Pengembangan Gas JTB yang dilaksanakan Senin (18/12/2017), di mana pada pelaksanaan proyek itu, nantinya akan menyerap tenaga kerja sebanyak 1700 lebih pada saat pengembanganya berjalan.
Proyek Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) mulai disosialisasikan terkait pengembangannya pada Senin (18/12/2017), guna memaparkan seluruh rencana yang akan dilakukan pada 2018 mendatang.
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan Persetujuan Desain Proyek Pengembangan Gas Unitisasi Jambaran Tiung Biru (JTB) ke PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di Gedung Migas, Kamis (14/12/2017). Penyerahan persetujuan dilakukan oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Patuan Alfon Simanjuntak kepada Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan.
Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) / Production Sharing Contract (PSC) WK Cepu ditandatangani pada tahun 2005 dengan pemegang Participating Interests (PI) di dalamnya adalah sebagai berikut: Exxonmobil, yang terdiri dari Mobil Cepu Ltd (MCL, Operator) dan Ampolex (Cepu) Pte.Ltd, memegang PI sebesar 45%; PT Pertamina EP Cepu (PEPC), memegang PI sebesar 45%; 4 (empat) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diwakilkan oleh Badan Kerjasama, memegang PI sebesar 10%.
Pemenuhan sarana prasarana pendidikan merupakan salah satu penunjang meningkatnya prestasi. Berangkat dari hal tersebut, Sabtu (25/11/2017), PT Pertamina EP Cepu (PEPC) kembali berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di Bojonegoro, khususnya di sekitar wilayah operasi Proyek Lapangan Gas Jambaran–Tiung Biru (J-TB).
Tuntas melakukan akuisisi atau bisa juga disebut alih kelola penyertaan modal (Participating Interest/PI) dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ke PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), operator berharap progres tuntas akhir bulan ini. Termasuk perjanjian kerja dengan kontraktor.
Megaproyek unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung-Biru (JTB) yang dioperatori PT Pertamina (Persero) lewat anak usahanya PT Pertamina EP Cepu (PEPC), dalam waktu dekat sudah jalan. Sebab, administrasi pembelian gas oleh PLN telah tuntas dilakukan kemarin.
Sempat tertunda, akhirnya akuisisi atau bisa juga disebut alih kelola penyertaan modal (Participating Interest/PI) dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) ke PT Pertamina EP Cepu (PEPC) di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) tuntas dilakukan beberapa hari lalu. Penandatanganan dokumen-dokumen melibatkan banyak pihak yang berkepentingan di Lapangan Gas dengan prediksi gas jual sebesar 172 MMSCFD (Million Matric Standard Cubic Feet per Day) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas).