Inilah Juara Kange Yune Bojonegoro 2017
Berbagai rangkaian acara mewarnai malam puncak final Pemilihan Duta Wisata Kange Yune Bojonegoro 2017 di Jalan Mas Tumapel, timur alun-alun Bojonegoro, Sabtu (5/8/2017).
Berbagai rangkaian acara mewarnai malam puncak final Pemilihan Duta Wisata Kange Yune Bojonegoro 2017 di Jalan Mas Tumapel, timur alun-alun Bojonegoro, Sabtu (5/8/2017).
Grand final pemilihan Duta Wisata Kange Yune 2017 akan digelar nanti malam, Sabtu (5/8/2017) di depan pendopo Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Ada 15 pasang kyang nanti malam akan unjuk gigi di hadapan penonton.
Banyak cara dilakukan untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-72, seperti yang dilakukan Kang Prabu. Pasalnya warga Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro itu mengadakan lomba selfy yang diadakan di 'Prabu Asmara'.
Ratusan keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), mengikuti Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Serviks di Pendopo Kecamatan Kota Bojonegoro, Jumat (28/7/2017).
Acara grand final pemilihan duta wisata Kange-Yune Kabupaten Bojonegoro tahun 2017, dibuat sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara yang akan diselenggarakan pada tanggal 5 Agustus 2017 ini dibuka untuk umum dan gratis.
Setelah melalui seleksi tahap ke dua, pemilihan Duta Wisata Kange Yune Bojonegoro 2017, terpilih 15 pasang finalis, 15 pasang Kange-Yune ini yang berhak maju dalam babak Grand Final, yang akan digelar 5 Agustus mendatang.
Beberapa bakal calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Bojonegoro mulai berebut rekomendasi partai, termasuk salah satu Bacabup, Pudji Dewanto. Selain mendaftar ke DPD Partai Nasdem Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (15/7/2017), Kang PD panggilan Pudji Dewanto juga mendekati seluruh pengurus DPP Partai Politik.
Pendaftaran Pemilihan Duta Wisata Kange Yune Bojonegoro 2017 diperpanjang. Dari sebelumnya pendaftaran 9 Juli, diperpanjang sampai 16 Juli 2017. Perpanjangan pendaftaran ini dilakukan agar pemuda-pemudi Bojonegoro yang belum mendaftar bisa segera mengisi formulir.
Angin semilir sepoi-sepoi. Sesekali berdesir kencang. Pagi itu, cuaca tidak seberapa cerah, karena mendung sudah menggelayut di sebelah timur. Matahari pun enggan menampakkan sinarnya padahal musim seharusnya telah memasuki kemarau.
Kang Samin menangis, sesenggukan. Air mata sejak tadi sudah membasahi baju bagian atas yang ia kenakan malam itu. Ia tidak perduli. Tangannya menengadah dan belum juga ingin dilepaskan. Berulang kali dirinya memohon ampun atas semua yang telah dilakukan dahulu kala, banyak lupa dan terkadang menyentuh perasaan disengaja. Ia menyadari jika gunung dosa masih menutupi pijar sinar pahala.