Skip to main content

Category : Tag: Kek


Gerakan Percepatan Tanam Padi Serempak se-Jawa Timur Didukung Sampai Bojonegoro

Ancaman fenomena iklim El Nino dan tren penurunan luas baku sawah nasional, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah proaktif dengan mengikuti Gerakan Percepatan Tanam Serempak se-Jawa Timur. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (23/04/2026) ini memadukan inovasi teknologi pertanian dengan pendekatan spiritual sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan.

Antisipasi Kemarau Ekstrem, Bupati Bojonegoro Himbau Petani Ubah Pola Tanam

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengambil langkah antisipatif menghadapi potensi musim kemarau ekstem pada tahun 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penerbitan surat edaran (SE) Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bernomor 520/531/412.221/2026 tertanggal 16 Maret 2026 tentang Antisipasi dan Mitigasi Musim Kemarau 2026 bagi sektor pertanian.

SE Bupati Bojonegoro untuk Mitigasi Dampak Kemarau Panjang pada Sektor Pertanian

Pemkab Bojonegoro telah mengantisipasi adanya prakiraan musim kemarau panjang. Langkah itu diambil lewat surat edaran (SE) yang dikeluarkan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bernomor 520/531/412.221/2026 per 16 Maret 2026, tentang Antisipasi dan Mitigasi Musim Kemarau 2026 bagi sektor pertanian di wilayahnya. Kondisi musim kemarau di Provinsi Jatim termasuk Kabupaten Bojonegoro, diperkirakan bersifat bawah normal atau lebih kering dari biasanya dengan durasi lebih panjang.

Muskab PBPI Bojonegoro 2026 Jadi Tonggak Awal Perkembangan Olahraga Padel

Musyawarah Kabupaten (Muskab) Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kabupaten Bojonegoro hari ini resmi digelar di kawasan Omah Tepi Sawah (OTS) Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi tonggak awal perkembangan olahraga padel di Kota Ledre sekaligus peneguhan kepengurusan PBPI Bojonegoro untuk periode mendatang, Kamis (12/2/2026).

Tak Ikut Pramuka, Siswa SMK di Bojonegoro Dipukul Guru Hingga Memar

Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro di Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, berinisial SW, menjadi korban kekerasan oleh oknum guru. SW mengalami luka memar di bagian punggung setelah dipukul menggunakan stik drum, lantaran tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, Senin (26/1/2026).